Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

"Dibayar Mahal: Saat Kesalahan Pemilu Berawal dari Rendahnya Literasi"

 Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemungutan suara ulang di beberapa daerah menyoroti ketidakprofesionalan penyelenggara pemilu yang gagal memahami dan menerapkan regulasi dengan tepat. Ketidaktelitian dalam menjalankan prosedur tidak hanya menimbulkan ketidakpastian politik, tetapi juga berpotensi merugikan negara secara finansial. Sebagai contoh, pemungutan suara ulang (PSU) yang harus dilakukan akibat keteledoran tersebut memaksa negara untuk mengucurkan anggaran yang sangat besar. Pemborosan ini seharusnya bisa dihindari jika penyelenggara lebih teliti dan profesional dalam menjalankan tugas mereka. Kesalahan prosedural semacam ini menggambarkan betapa pentingnya literasi yang memadai di kalangan penyelenggara pemilu. Literasi yang dimaksud bukan hanya sekadar kemampuan membaca teks hukum, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang bagaimana regulasi harus diterapkan dalam konteks yang tepat. Tanpa pemahaman yang baik, penyelenggara pemilu bisa terjebak dala...

"DARI SELF-SERVICE HINGGA CODING: WORKSHOP TEKNOLOGI PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI 1 TELAGA"

Telaga, 11 Februari 2025 – PD-IPI Provinsi Gorontalo mengadakan workshop bertajuk "Membangun dan Mengelola Perpustakaan Sekolah Berbasis Teknologi" di ruang laboratorium komputer SMA Negeri 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Senin dan Selasa, 10-11 Februari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola perpustakaan sekolah dan kelompok siswa yang tergabung dalam komunitas Sahabat Pustaka Jaya Inspiratif. Workshop ini bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif, serta mendukung budaya baca dan pembelajaran sepanjang hayat bagi seluruh warga sekolah. Lebih spesifik, workshop ini fokus pada pengembangan layanan self-service di perpustakaan, serta dokumentasi dan publikasi karya siswa dan guru dalam bentuk digital. Feri Hulukati, SE , Ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo, memberikan materi tentang transformasi perpustakaan menuju era digital. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran perpustakaan yang lebih i...

Mudahnya Membuat Aplikasi Tantangan Membaca Berbasis Google Sites

Di era digital, meningkatkan minat baca dan kecakapan literasi menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Namun, dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dan gratis, perpustakaan sekolah dapat menciptakan inovasi sederhana namun efektif, salah satunya melalui Aplikasi Tantangan Membaca Berbasis Google Sites . Aplikasi ini sangat mudah dibuat tanpa memerlukan keahlian khusus dalam pemrograman. Dengan mengintegrasikan Google Drive, Google Forms, dan Google Sites , perpustakaan dapat menyediakan akses buku digital serta sistem pelaporan bacaan yang otomatis dan tervalidasi. Tidak hanya siswa yang bisa berpartisipasi, tetapi juga orang tua, terutama dalam mendukung literasi anak-anak di kelas rendah atau PAUD dengan membacakan dongeng bersama. Mengapa Minat Baca dan Literasi Itu Penting? 1.       Meningkatkan Pemahaman & Berpikir Kritis ; Siswa yang gemar membaca cenderung memiliki kemampuan berpikir lebih analitis dan kritis dalam menyerap informasi. 2....