Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

MENUMBUHKAN GERAKAN LITERASI DALAM KEPRAMUKAAN: USULAN PEMBENTUKAN SATUAN KARYA PRAMUKA PERPUSTAKAAN (SAKA PUSTAKA)

PENGANTAR Perkemahan Nasional Satuan Karya Pramuka (Peran Saka) tahun 2025 yang dilaksanakan di Bongohulawa, Limboto, Kabupaten Gorontalo, merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk menunjukkan karya, keterampilan, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Kegiatan yang berlangsung pada 2–9 November 2025 ini mempertemukan berbagai Satuan Karya dari seluruh Indonesia dengan beragam bidang keahlian — mulai dari kesehatan, pertanian, kelautan, hingga teknologi digital. Namun di sela gegap gempita kegiatan nasional ini, tersisa satu ruang yang terasa sunyi — ruang bagi mereka yang telah lama menjaga api literasi di daerah. Mereka adalah para relawan taman bacaan, penggerak literasi desa, dan pustakawan muda yang selama ini berjuang di jalan sunyi, menuntun anak-anak membaca di teras rumah, di pondok kecil, bahkan di bawah pohon rindang di tepi sawah. Mereka tak mengenal pangkat, tak mencari balas jasa, tapi semangatnya membara untuk satu hal: agar anak-anak bangsa tidak buta aksa...

Dari Literasi ke Aksi Ekonomi: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dan Pustakawan Desa Datahu Melahirkan Wirausaha Berbadan Hukum

Ketika program  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial  digaungkan oleh Perpustakaan Nasional, banyak yang memaknainya sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, semangat inklusi sosial itu diterjemahkan secara lebih luas menjadi gerakan kolaboratif antara pustakawan dan koperasi untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat desa. Melalui kerja sama antara Koperasi Merah Putih Desa Datahu dan para pustakawan penggerak literasi, lahirlah inisiatif nyata yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kegiatan membaca buku semata, tetapi sebagai kekuatan untuk membaca peluang dan menulis masa depan ekonomi desa.   Dari Literasi ke Kewirausahaan Pendampingan literasi ekonomi yang dilakukan oleh Tim Literasi Koperasi bersama pustakawan telah melahirkan dua badan usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) perora...

KOLABORASI SEBAGAI KUNCI TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL

Oleh: Yusron Humonggio Sekretaris PD IPI Provinsi Gorontalo Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial kini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan layanan perpustakaan di daerah. Namun, dalam praktiknya, banyak perpustakaan menghadapi keterbatasan anggaran untuk menjalankan program secara optimal. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat pustakawan di Gorontalo. Justru dari keterbatasan itulah lahir semangat kolaborasi. Melalui kemitraan strategis dengan komunitas literasi, perguruan tinggi, dan lembaga mitra lainnya, perpustakaan dapat terus berinovasi dan menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam instrumen akreditasi perpustakaan, kolaborasi ini bukan hanya pilihan, tetapi juga menjadi indikator penting dalam penilaian kelembagaan. Melalui mekanisme Memorandum of Understanding (MoU), perpustakaan diharapkan mampu menjalin kerja sama yang implementatif dan berkelanjutan — tidak sekadar seremoni, tetapi benar-benar menghasilkan kegi...