Oleh: Yusron Humonggio
Sekretaris PD IPI Provinsi Gorontalo
Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial kini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan layanan perpustakaan di daerah. Namun, dalam praktiknya, banyak perpustakaan menghadapi keterbatasan anggaran untuk menjalankan program secara optimal.
Kondisi ini tidak menyurutkan semangat pustakawan di Gorontalo. Justru dari keterbatasan itulah lahir semangat kolaborasi. Melalui kemitraan strategis dengan komunitas literasi, perguruan tinggi, dan lembaga mitra lainnya, perpustakaan dapat terus berinovasi dan menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Sebagaimana tertuang dalam instrumen akreditasi perpustakaan, kolaborasi ini bukan hanya pilihan, tetapi juga menjadi indikator penting dalam penilaian kelembagaan. Melalui mekanisme Memorandum of Understanding (MoU), perpustakaan diharapkan mampu menjalin kerja sama yang implementatif dan berkelanjutan — tidak sekadar seremoni, tetapi benar-benar menghasilkan kegiatan nyata di lapangan.
Dalam diskusi internal PD IPI Provinsi Gorontalo, ditegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi jalan tengah yang efektif. Perguruan tinggi memiliki sumber daya pengetahuan, sedangkan perpustakaan memiliki ruang sosial yang dekat dengan masyarakat. Ketika keduanya berpadu, lahirlah kegiatan literasi yang hidup, berdampak, dan inklusif.
Transformasi berbasis inklusi sosial bukanlah proyek jangka pendek, melainkan gerakan berkelanjutan yang menuntut konsistensi dan semangat kebersamaan. Dengan dukungan IPI, pustakawan di Gorontalo diharapkan terus menjadi penggerak perubahan yang menumbuhkan budaya membaca, memberdayakan masyarakat, dan menegaskan posisi perpustakaan sebagai ruang hidup yang bermakna bagi semua