Perpustakaan umum daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sering kali dihadapkan pada tantangan besar sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam banyak kasus, perpustakaan dianggap sebagai OPD "kering" karena minimnya anggaran dan potensi pendapatan langsung dibandingkan OPD lain seperti Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas Perdagangan, Dinas Pendidikan. Lebih jauh lagi, perpustakaan terkadang menjadi tempat "buangan" bagi pegawai yang tidak lagi diharapkan di OPD lain. Fenomena ini mencerminkan adanya paradigma yang kurang tepat tentang perpustakaan. Persepsi ini, jika dibiarkan, dapat memperlemah peran perpustakaan dalam mendukung literasi masyarakat dan transformasi sosial. Padahal, perpustakaan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan masyarakat, pusat pembelajaran sepanjang hayat, dan motor penggerak inovasi di tingkat lokal. Sebagai pemerhati perpustakaan dan mantan Kepala Perpustakaan Daerah, saya percaya bahwa perpustak...