Langsung ke konten utama

Program Bedah Perpustakaan Mulai Dari Kota Gorontalo


Gorontalo, 9 Januari 2024 - Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD-IPI) Provinsi Gorontalo, Bapak Feri Hulukati, menghadiri undangan dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo, Ibu Hj. Siti Dahlia Syarief, SH.MH. hari ini. Pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk penandatanganan kesepakatan pelaksanaan "Program Bedah Perpustakaan" di wilayah Kota Gorontalo. Program ini bertujuan untuk mendukung "Program Benahi Literasi" yang tengah diimplementasikan oleh satuan pendidikan, terutama di tingkat SD dan SMP. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa tahap awal kegiatan ini akan dijalankan di dua sekolah. Pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) di dua sekolah tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan Januari 2024.  
Ibu Hj. Siti Dahlia Syarief, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo, menyambut baik program ini dan menyatakan dukungannya secara penuh. Ia juga menegaskan niatnya untuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Gorontalo guna optimalisasi pelaksanaan program ini. "Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan dari PD-IPI Provinsi Gorontalo. Program Bedah Perpustakaan ini memiliki tujuan yang sangat baik untuk meningkatkan literasi di kalangan siswa SD dan SMP. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Gorontalo demi keberhasilan program ini," kata Ibu Hj. Siti Dahlia Syarief. 
Ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo, Bapak Feri Hulukati di dampingi sekretaris Bapak Yusron Humonggio, M.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme dan dukungan yang diberikan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo. 
"Kami berharap melalui Program Bedah Perpustakaan ini, literasi di wilayah Gorontalo dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi pendidikan di daerah ini," ungkapnya.  
Program Bedah Perpustakaan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkrit dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi di kalangan siswa. 
Dengan kolaborasi antara PD-IPI Provinsi Gorontalo, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo, serta Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, diharapkan program ini dapat menjadi contoh baik untuk daerah lain dalam upaya peningkatan capaian rapor pendidikan.




Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...