Banyak kasus
di sekolah di mana hasil karya / proyek siswa tidak didokumentasikan dan
dipublikasikan secara efektif hal ini dapat menjadi masalah serius dalam konteks
pendidikan. Idealnya Perpustakaan Sekolah membuat/ memiliki SOP yang jelas tentang
bagaimana hasil karya/ proyek siswa akan didokumentasikan dan dipublikasikan. SOP Ini harus mencakup langkah-langkah tentang siapa yang bertanggung jawab untuk
menyimpan dokumentasi, bagaimana dokumentasi tersebut akan diakses oleh siswa
dan staf pendidik, serta bagaimana proses publikasi yang akan dilakukan.
Misalnya
(Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), Perpustakaan harus mengambil
bagian untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya dokumentasi dan
publikasi karya siswa/ P5 tersebut, Pengelola perpustakaan terdepan untuk
melakukannya dokumentasi dan mempublikasikan, Pengelola perpustakaan/ pustakawan membantu mencegah
kasus-kasus di mana hasil proyek hanya disimpan di meja guru.
Pengelola perpustakaan berupaya memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk mengelola dokumentasi dengan baik.: Mengintegrasikan teknologi dalam proses dokumentasi dan publikasi dapat menjadi solusi yang efektif. Misalnya, platform daring atau portal siswa dapat digunakan untuk menyimpan dan membagikan hasil proyek siswa secara mudah diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Perpustakaan Sekolah harus mempromosikan budaya berbagi dan kolaborasi di antara siswa dan staf pendidik. Ini dapat mendorong guru untuk lebih aktif mempublikasikan karya siswa dan memastikan bahwa informasi tersebut tersedia untuk diakses, baca/ dipelajari oleh siswa terutama siswa kelas bawah/ siswa baru tanpa harus selalu mengandalkan penjelasan dari guru tentang apa itu P5.
