Ruang Belajar Kolaboratif merupakan aspek 1.7. yang dinilai dalam lomba perpustakaan SMA/SMK/MA tahun 2024."
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA), peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran sangatlah penting. Salah satu aspek yang menjadi fokus dalam penilaian lomba perpustakaan adalah tentang ruang belajar kolaboratif (co-working space)
Ruang belajar kolaboratif
merupakan konsep ruang fisik di perpustakaan yang dirancang untuk menjadi
tempat pelatihan, diskusi, dan pembelajaran yang menyenangkan dengan dukungan
teknologi digital. Dalam ruang ini, diharapkan terjadi interaksi antar siswa,
guru, dan tenaga pendidik lainnya dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
Dalam konteks ini, penilaian
lomba perpustakaan SMA-SMK-MA tahun 2024 menekankan beberapa indikator penting
terkait ruang belajar kolaboratif, seperti ketersediaan area belajar kelompok,
peran perpustakaan sebagai pusat kegiatan warga sekolah, keterlibatan dalam
program pembelajaran berbasis proyek, dan kondisi ruang serta layanan yang
ramah anak dan berkebutuhan khusus.
Melalui pengembangan ruang
belajar kolaboratif yang efektif, diharapkan perpustakaan dapat menjadi lebih
inklusif, inovatif, dan mendukung pembelajaran kolaboratif bagi seluruh warga
sekolah. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi pusat pengetahuan yang
dinamis dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan
sekolah.
Pada aspek "Ruang Belajar Kolaboratif," ada beberapa indikator yang dinilai meliputi:
1) Ketersediaan area belajar kelompok (co-working
space) dengan dokumentasi foto dan rekapan penggunaan area tersebut.
2) Perpustakaan menjadi pusat kegiatan warga
sekolah dengan implementasi jadwal wajib kunjung perpustakaan yang
berkelanjutan, termasuk dokumentasi pelaksanaan wajib kunjung dan daftar hadir.
3) Keterlibatan perpustakaan dalam program
pembelajaran berbasis proyek, dengan modul pembelajaran lengkap, dokumentasi
pelaksanaan pembelajaran proyek, dan daftar serta dokumentasi projek yang
dihasilkan.
4) Kondisi ruang dan layanan perpustakaan yang
ramah anak dan ramah pengguna berkebutuhan khusus, dengan dokumentasi ruang
perpustakaan yang representatif, serta daftar dan dokumentasi sumber daya
pendukung yang diberikan kepada pengguna berkebutuhan khusus.
Dengan memenuhi
indikator-indikator tersebut, perpustakaan diharapkan dapat memberikan layanan
yang inklusif, inovatif, dan mendukung pembelajaran kolaboratif bagi seluruh
warga sekolah.
