Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

BOOTCAMP LAYANAN INOVATIF DI PERPUSTAKAAN DAERAH

`Kata "bootcamp" berasal dari bahasa Inggris, yang secara harfiah berarti kamp pelatihan intensif . Istilah ini pertama kali muncul dalam dunia militer Amerika Serikat pada awal abad ke-20 untuk menggambarkan program pelatihan dasar bagi prajurit baru. Dalam konteks militer, kata "boot" merujuk pada rekrutan baru, sementara "camp" berarti kamp atau tempat pelatihan. Bootcamp militer merupakan program pelatihan yang sangat ketat dan intensif, dirancang untuk membentuk fisik, mental, dan disiplin prajurit dalam waktu singkat. Rekrutan akan menjalani latihan fisik yang berat, pengembangan keterampilan bertahan hidup, serta pembentukan ketahanan mental dan disiplin di bawah pengawasan instruktur yang ketat. Tujuannya adalah menciptakan prajurit yang siap menghadapi tantangan di medan pertempuran dengan ketangguhan fisik dan mental yang optimal. Seiring berjalannya waktu, konsep bootcamp mulai diadopsi ke dalam berbagai bidang non-militer, terutama dalam d...

Saatnya Benahi Publikasi & Literasi Informasi di Perpustakaan Kita

Oleh: Yusron Humonggio (Sekretaris PD-IPI Provinsi Gorontalo LINK " PEMBAHASAN VIA  AUDIO" Publikasi dan literasi informasi bukan lagi sekadar pelengkap dalam layanan perpustakaan. Dalam era digital dan banjir informasi seperti sekarang, keduanya adalah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi demi relevansi dan keberlangsungan perpustakaan di tengah masyarakat. Sayangnya, hasil kajian yang dilakukan oleh Tim IPI Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa potensi publikasi dan literasi informasi di banyak perpustakaan masih sangat lemah. Beberapa perpustakaan bahkan belum melakukan kegiatan publikasi secara konsisten, apalagi melaksanakan program literasi informasi secara terstruktur. Ini menjadi tantangan besar yang harus segera dibenahi, baik oleh para pustakawan maupun oleh jajaran pimpinan lembaga. Padahal, regulasi telah memberikan dasar yang kuat. Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Standar Kualitas Hasil Kerja (SKHK) Pustakawan memuat dengan je...

Saatnya Perpustakaan Punya Landing Page: Langkah Sederhana Menuju Transformasi Digital

Oleh: Yusron Humonggio, Pustakawan  Di tengah derasnya arus digitalisasi, perpustakaan perlu menyesuaikan diri agar tetap eksis dan relevan di mata masyarakat. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar yang bisa kita ambil adalah dengan "membuat landing page" sebagai media promosi perpustakaan. Landing page adalah halaman web sederhana yang berfungsi sebagai “wajah digital” sebuah layanan atau institusi. Dengan landing page, perpustakaan dapat memperkenalkan profil, menampilkan layanan, berbagi dokumentasi kegiatan, dan memudahkan masyarakat mengakses informasi secara daring. Mengapa ini penting? ✅ Mudah dan murah dibuat, bahkan tanpa keahlian teknis tinggi.   ✅ Bisa menggunakan platform gratis seperti Google Sites, Carrd, Notion, atau Canva Web.   ✅ Meningkatkan visibilitas perpustakaan, apalagi jika dikaitkan dengan media sosial.   ✅ Menumbuhkan budaya kerja digital di kalangan pustakawan. Bayangkan jika seluruh perpustakaan di daerah kita m...

"Surat Terbuka: Mempertahankan Esensi Perpustakaan di Tengah Tuntutan Efisiensi"

Saudara-saudara yang terhormat, Di tengah arus perubahan yang cepat dan tuntutan efisiensi birokrasi, kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan penting: Apakah kita siap mengorbankan esensi perpustakaan demi efisiensi organisasi? Mari kita renungkan sejenak. Perpustakaan bukan sekadar gedung berisi buku. Ia adalah jantung dari masyarakat pembelajar. Di dalamnya terdapat pengetahuan, kreativitas, dan harapan. Setiap lembar buku yang dibaca dapat mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia. Setiap program literasi yang dijalankan dapat membuka pintu kesempatan bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, perpustakaan harus dipandang sebagai institusi strategis dalam pembangunan peradaban. Namun kini, ada wacana untuk menggabungkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Perpustakaan dengan dinas lain demi efisiensi anggaran. Kita perlu bertanya: Apakah langkah ini benar-benar akan membawa manfaat bagi masyarakat? Atau justru akan melemahkan peran vital perpustakaan sebagai pusat pengetahuan...