Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Memahami Perbedaan Workshop dan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Pustakawan

Dalam upaya meningkatkan kompetensi pustakawan, sering kali digunakan dua metode pelatihan yaitu workshop dan bimbingan teknis (bimtek). Meskipun keduanya kerap digunakan secara bergantian, pemahaman yang jelas mengenai perbedaan keduanya sangat penting agar pelaksanaan kegiatan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Workshop: Pendekatan Partisipatif untuk Pemecahan Masalah Workshop merupakan kegiatan yang bersifat partisipatif dan interaktif, dengan tujuan utama menggali ide, berdiskusi, serta menemukan solusi bersama terhadap permasalahan yang dihadapi. Melalui diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi, peserta aktif berkontribusi dalam proses pembelajaran. Hal yang sangat krusial dalam workshop adalah adanya rekomendasi atau rencana tindak lanjut yang jelas. Rekomendasi tersebut berfungsi sebagai pedoman untuk mengimplementasikan hasil diskusi agar dapat menjawab persoalan perpustakaan secara konsisten dan berkelanjutan. Bimbingan Teknis (Bimtek): Fokus pada Penguasaan Keterampi...

Pustakawan Baru Jangan Asal Gebrak! Begini Cara Cerdas Membawa Perubahan

Menjadi pustakawan baru di sebuah institusi seringkali membuat kita bersemangat ingin membawa banyak perubahan. Apalagi jika melihat kondisi perpustakaan yang sepi, koleksi tidak tertata, dan belum ada sistem digital. Rasanya ingin langsung tancap gas, mengubah semuanya. Tapi hati-hati! Semangat yang tinggi tanpa strategi bisa justru menimbulkan gesekan, apalagi kalau pimpinan merasa "digeser" atau tidak dihargai. Lalu, bagaimana caranya agar sebagai pustakawan baru kita bisa membawa perubahan tanpa merusak hubungan dengan pimpinan dan tim lama? Inilah langkah-langkah cerdas yang bisa dilakukan: 1. Hargai yang Sudah Ada Sebelum mengusulkan apapun, mulailah dengan mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan sebelumnya. Kalimat seperti, “Saya sangat menghargai perhatian pimpinan terhadap perpustakaan selama ini,” bisa membuka hati dan telinga mereka. 2. Mulai dengan Observasi Diam-diam Jangan langsung menilai. Amati dulu: * Bagaimana kondisi fisik perpustakaan? * Apakah koleksi sud...

Pustakawan ! AI Tidak Akan Menggantikanmu, Kecuali Kamu Diam Saja!

Link : AUDIO PEMBAHASAN Oleh Sekretaris PD-IPI Provinsi Gorontalo Di tengah gelombang revolusi teknologi, banyak profesi mulai goyah—termasuk pustakawan. Kini, mesin pencari berbasis AI mampu menjawab pertanyaan dalam hitungan detik, merekomendasikan buku, bahkan menyusun katalog otomatis. Lalu, apakah ini akhir dari profesi pustakawan? Jawabannya: Tidak. Tapi hanya jika pustakawan mau bergerak. AI tidak datang untuk menghapus peran pustakawan, tetapi untuk menantang kita agar berevolusi. Pustakawan bukan hanya penjaga rak buku, tetapi penuntun literasi, kurator informasi, dan fasilitator pembelajaran sepanjang hayat. Sayangnya, jika pustakawan tetap bertahan dalam zona nyaman hanya menjaga sirkulasi dan mendata buku maka ketertinggalan adalah konsekuensi yang tak terhindarkan. AI bisa cepat, tapi tidak bisa peduli. Ia bisa pintar, tapi tidak bisa empati. Di situlah kekuatan manusia berada. Kini saatnya pustakawan membalikkan keadaan: kuasai teknologi, manfaatkan AI sebagai alat, bangu...