Tapi hati-hati! Semangat yang tinggi tanpa strategi bisa justru menimbulkan gesekan, apalagi kalau pimpinan merasa "digeser" atau tidak dihargai.
Lalu, bagaimana caranya agar sebagai pustakawan baru kita bisa membawa perubahan tanpa merusak hubungan dengan pimpinan dan tim lama? Inilah langkah-langkah cerdas yang bisa dilakukan:
1. Hargai yang Sudah Ada
Sebelum mengusulkan apapun, mulailah dengan mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan sebelumnya. Kalimat seperti, “Saya sangat menghargai perhatian pimpinan terhadap perpustakaan selama ini,” bisa membuka hati dan telinga mereka.
2. Mulai dengan Observasi Diam-diam
Jangan langsung menilai. Amati dulu:
* Bagaimana kondisi fisik perpustakaan?
* Apakah koleksi sudah tercatat rapi?
* Apa kebiasaan pemustaka dan kebiasaan di perpustakaan maupun Perpustakaan keliling..
Dari sini, kita bisa menyusun langkah pengembangan berdasarkan fakta, bukan asumsi.
3. Usul Pelan-Pelan, Jangan Menyuruh
Hindari kalimat seperti:
> “Perpustakaan ini harus dirombak total.”
> Lebih baik katakan:
> “Saya punya ide kecil, mungkin bisa kita coba dulu. Kalau cocok, bisa dikembangkan bersama.”
4. Pakai Bahasa yang Membuka Kolaborasi
Daripada datang sebagai “ahli yang lebih tahu”, datanglah sebagai mitra belajar.
Contoh:
“Saya ingin belajar dari pengalaman pimpinan dan teman-teman di sini. Mudah-mudahan ide-ide saya bisa jadi pelengkap.”
5. Tawarkan Solusi Nyata, Bukan Kritik Kosong
Misalnya Anda ingin mengusulkan otomasi layanan perpustakaan. Jangan bilang,
> “Sistem ini ribet dan ketinggalan zaman.”
> Lebih baik:
> “Bagaimana kalau kita coba pakai sistem SLiMS? Bisa bantu mempermudah pencatatan buku, dan pengunjung jadi lebih cepat dilayani.”
6. Bangun Citra Positif Perpustakaan Pelan-pelan
Setelah mendapat restu pimpinan:
Tata ulang ruang baca jadi lebih nyaman.
Mulai unggah konten perpustakaan ke media sosial.
Ajak pemustaka / siswa ikut tantangan membaca atau klub literasi.
Sedikit demi sedikit, perubahan akan terlihat. Dan karena dilakukan dengan cara yang elegan dan penuh hormat, pimpinan justru akan bangga mendukung.
Kesimpulan: Cerdas, Sopan, dan Strategis
Perubahan bukan soal siapa yang paling hebat, tapi bagaimana kita membawa ide agar tumbuh bersama dalam suasana saling percaya. Pustakawan memang agen perubahan, tapi juga penjaga hubungan baik.
Mei 2025, Yusron H. Pustakawan Ahli.
