Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

Saatnya Pustakawan Berkolaborasi dengan AI: Klasifikasi Buku Lebih Cerdas, Lebih Cepat

 Di tengah disrupsi digital yang mengguncang banyak profesi, pustakawan justru memasuki era keemasan baru — asalkan berani beradaptasi. Salah satu aspek penting yang kini mengalami transformasi signifikan adalah klasifikasi buku , sebuah tugas klasik yang kini bisa dijalankan bersama mitra baru: kecerdasan buatan (AI). Dulu, proses klasifikasi memerlukan ketelitian tinggi, waktu panjang, dan keahlian teknis dalam membaca serta menafsirkan isi buku untuk menentukan nomor DDC. Kini, cukup dengan memasukkan judul dan ringkasan , pustakawan bisa memperoleh rekomendasi klasifikasi otomatis berdasarkan sistem yang telah dipelajari AI dari ribuan data pustaka. Sebagai contoh, buku berjudul “Wawasan Teknologi Pendidikan” akan segera dikenali AI sebagai buku yang berada dalam subjek 371.334 – Teknologi informasi dalam pendidikan . Proses ini yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam, kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Cepat, akurat, dan efisien. Namun, bukan berarti peran pusta...

PERAN SMART LIBRARY DALAM MENDUKUNG PILAR SMART SCHOOL

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dunia pendidikan terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern dan relevan. Konsep Smart School hadir sebagai solusi, menggabungkan teknologi, kreativitas, dan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa. Konsep ini bertumpu pada lima pilar utama: Smart Learning , Smart Teacher , Smart Student , Smart Governance , dan Smart Environment . Di antara pilar-pilar ini, Smart Library menjadi elemen kunci yang menghubungkan dan memperkuat semuanya, layaknya jantung dalam tubuh pendidikan modern. Smart Library: Lebih dari Sekadar Perpustakaan;  Jika dulu perpustakaan identik dengan tumpukan buku dan suasana sunyi, Smart Library mengubah persepsi tersebut. Ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat pembelajaran digital yang hidup dan dinamis. Smart Library menawarkan akses ke koleksi digital seperti e-book, jurnal, dan video pembelajaran yang bisa dijangkau kapan saja, di mana saja. Dengan tek...

Perpustakaan dan Tantangan Zaman: Saatnya Hadirkan Kelas Coding untuk Anak

Perpustakaan umum saat ini menghadapi tantangan serius—pengunjung semakin sepi, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja. Dunia digital telah mengubah cara belajar dan mengakses informasi. Jika perpustakaan tidak beradaptasi, maka perannya akan semakin terpinggirkan. Salah satu langkah inovatif dan relevan yang bisa dilakukan adalah membuka kelas coding gratis untuk anak-anak. Coding kini bukan lagi milik dunia profesional semata. Dengan platform seperti Scratch atau Code.org, anak-anak bisa belajar logika, kreativitas, dan teknologi sejak dini—semua dengan cara yang menyenangkan. Perpustakaan bisa menjadi pelopor literasi digital di komunitas. Tidak perlu fasilitas mahal—cukup dengan perangkat yang ada, jadwal rutin, dan kemitraan dengan relawan atau sekolah. Kegiatan ini bukan hanya menarik minat pengunjung, tapi juga mengangkat citra perpustakaan sebagai ruang belajar masa depan. Bagi pustakawan, ini adalah peluang untuk memperluas peran sebagai fasilitator pembelajaran digital. ...