Perpustakaan umum saat ini menghadapi tantangan serius—pengunjung semakin sepi, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja. Dunia digital telah mengubah cara belajar dan mengakses informasi. Jika perpustakaan tidak beradaptasi, maka perannya akan semakin terpinggirkan.
Salah satu langkah inovatif dan relevan yang bisa dilakukan adalah membuka kelas coding gratis untuk anak-anak. Coding kini bukan lagi milik dunia profesional semata. Dengan platform seperti Scratch atau Code.org, anak-anak bisa belajar logika, kreativitas, dan teknologi sejak dini—semua dengan cara yang menyenangkan.
Perpustakaan bisa menjadi pelopor literasi digital di komunitas. Tidak perlu fasilitas mahal—cukup dengan perangkat yang ada, jadwal rutin, dan kemitraan dengan relawan atau sekolah. Kegiatan ini bukan hanya menarik minat pengunjung, tapi juga mengangkat citra perpustakaan sebagai ruang belajar masa depan.
Bagi pustakawan, ini adalah peluang untuk memperluas peran sebagai fasilitator pembelajaran digital. Bagi pimpinan, ini adalah saat yang tepat untuk mendukung inovasi layanan yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda.
Mari bergerak bersama. Jadikan perpustakaan tempat yang kembali dirindukan, bukan ditinggalkan—dimulai dari langkah sederhana: kelas coding untuk anak di perpustakaan.
YusHum090625
