Langsung ke konten utama

PENGGERAK LITERASI: PEJUANG YANG MENYALAKAN API PENGETAHUAN

Kau yang bawa buku ke desa dengan motor butut. Kau yang buat perpustakaan dari kardus bekas. Kau yang bacakan cerita untuk anak-anak yang tak punya akses buku. Kalian adalah penggerak literasi pekerja sunyi yang tak menunggu dukungan atau pujian.

Literasi Tak Butuh Pidato, Tapi Butuh Tindakan
Bukan seminar atau kata-kata menteri yang bikin orang melek huruf. Tapi keringatmu:

·       Relawan naik turun gunung bawa buku.

·       Ibu-ibu yang pinjamkan koleksi bukunya ke tetangga.

·       Guru yang mengajar pakai koran bekas karena tak ada buku.

Tapi jalanmu tak mudah. Seperti kata teori Everett Rogers, orang yang pertama kali bawa perubahan selalu dianggap "aneh". Kau diragukan, bahkan ditertawakan. Tapi kau tetap jalan.

"Ngapain Baca Buku Kalau Masih Miskin?"
Pertanyaan itu sering dilontarkan ke kalian. Padahal:

·     Justru karena miskin, literasi jadi penting. Bagaimana mau keluar dari kemiskinan kalau tak bisa baca hitung?

·     "Output-nya mana?" Laporan tak akan mengubah nasib anak-anak. Tapi buku yang kau bawa hari ini bisa ubah hidup mereka 10 tahun lagi.

Kau tak butuh izin untuk berbuat baik. Tak perlu nunggu dana turun atau dapat panggung. Yang kau butuhkan cuma niat dan semangat.

Setiap Aksi Kecil Punya Arti Besar
Mungkin kau rasa usahamu tak berarti. Tapi:

·       Anak yang kau ajari baca bisa jadi dokter atau guru untuk desanya.

·       Pojok baca dari kayu bekas bisa jadi tempat lahirnya penulis besar.

·       Buku bekas yang kau bagikan bisa buka pikiran lebih luas dari ruang kelas.

Kau mungkin capek. Mungkin merasa sendiri. Tapi ingat: sejarah tak ditulis oleh orang yang cuma bicara. Tapi oleh orang seperti kau yang turun ke jalan, pegang buku, dan ubah nasib satu per satu.

Kau Tak Sendiri
Masih banyak yang sepertimu. Yang gigih meski tak ada yang lihat. Yang tetap bergerak meski dunia sibuk dengan urusannya sendiri. Teruslah jalan. Karena setiap buku yang kau buka, setiap anak yang kau ajari, adalah kemenangan kecil melawan kebodohan.

"Tak perlu menunggu pahlawan. Jadilah pahlawan itu—dengan caramu sendiri

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...