Langsung ke konten utama

REFLEKSI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMAKNAI TALENTA MURID, "Berdasarkan Permendiknas Nomor 25 tahun 2025"


Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025

Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid menegaskan bahwa satuan pendidikan bertanggung jawab mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengapresiasi talenta murid secara terstruktur dan berkelanjutan. Talenta dalam regulasi ini dimaknai sebagai potensi murid yang mencakup kemampuan, minat, kreativitas, dan karakter, yang berkembang melalui proses belajar dan pengalaman pendidikan, bukan semata-mata melalui capaian kompetitif.

Sejalan dengan hal tersebut, sekolah perlu memandang perpustakaan sebagai bagian strategis dari ekosistem pengembangan talenta murid. Perpustakaan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan fleksibel, tempat murid dapat mengeksplorasi minat baca, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengekspresikan gagasan melalui berbagai bentuk karya. Aktivitas literasi yang berlangsung di perpustakaan menjadi sarana alami untuk mengenali dan menumbuhkan talenta murid secara berkelanjutan.

Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 juga mengarahkan sekolah untuk tidak memaknai talenta secara sempit sebagai keberhasilan meraih prestasi lomba. Pemahaman yang terbatas pada capaian juara berpotensi mengabaikan banyak potensi murid lainnya yang tumbuh melalui kebiasaan membaca, ketekunan belajar, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi. Dalam hal ini, perpustakaan yang aktif dan bermakna merupakan indikator bahwa sekolah memberi ruang yang adil bagi perkembangan talenta seluruh murid.

Bagi kepala sekolah, penguatan peran perpustakaan merupakan bagian dari kepemimpinan pendidikan dalam melaksanakan substansi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025. Dengan menjadikan perpustakaan sebagai ruang eksplorasi, pembelajaran, dan apresiasi karya murid, sekolah tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga membangun budaya belajar yang mendukung tumbuhnya talenta murid secara utuh dan berkelanjutan.

Yusron Humonggio (PD-IPI Provinsi Gorontalo)

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...