Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Saatnya Mengakhiri Literasi Seremonial

Membangun Ekosistem Gerakan Literasi Membaca Berbasis Data untuk Masa Depan Pendidikan Daerah Oleh: Yusron Humonggio Selama bertahun-tahun, gerakan literasi telah menjadi bagian dari berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia. Sekolah mengadakan pembiasaan membaca, lomba literasi, pojok baca, hingga Gerakan Literasi Sekolah. Hampir setiap tahun berbagai kegiatan dilaksanakan dengan semangat yang tinggi. Namun, kita perlu mengajukan satu pertanyaan yang sederhana tetapi sangat mendasar. Apakah kita benar-benar mengetahui berapa banyak peserta didik yang membaca setiap hari? Berapa persen siswa di setiap sekolah yang benar-benar mengikuti kegiatan membaca? Sekolah mana yang mengalami peningkatan budaya membaca? Kecamatan mana yang berhasil membangun budaya literasi? Kabupaten mana yang mengalami kemajuan dari tahun ke tahun? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali belum dapat dijawab dengan data yang akurat. Selama ini kita lebih banyak mengukur keberhasilan dari banyaknya keg...

Integrasi SLiMS dengan SIBI: Langkah Strategis Mengoptimalkan Literasi Digital di Sekolah

Oleh: Yusron Humonggio Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi tercetak, tetapi juga menjadi pusat penyediaan sumber belajar digital yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja. Dalam konteks tersebut, hadirnya plugin integrasi SLiMS (Senayan Library Management System) dengan SIBI (Sistem Informasi Buku Indonesia) yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan sebuah terobosan yang sangat penting dalam mendukung transformasi perpustakaan sekolah di Indonesia. Integrasi ini memberikan kemudahan bagi pustakawan maupun tenaga pengelola perpustakaan dalam mengembangkan koleksi digital. Melalui plugin tersebut, proses penambahan koleksi digital menjadi lebih cepat, praktis, dan terintegrasi langsung dengan aplikasi SLiMS yang telah banyak digunakan oleh perpustakaan sekolah di berbagai daerah. Salah satu keuntungan te...

Penguatan Komunitas Pegiat Literasi melalui Pengembangan Tools Pembelajaran Berbasis Kolaborasi

Mewujudkan Gerakan Literasi yang Berdampak bagi Masyarakat Pendahuluan Gerakan literasi sedang memasuki babak baru. Jika selama ini keberhasilan literasi lebih banyak diukur dari meningkatnya minat baca, jumlah koleksi, atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, maka pada era transformasi digital ukuran tersebut tidak lagi memadai. Masyarakat membutuhkan gerakan literasi yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan belajar, bekerja, berkarya, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) membuka peluang yang sangat besar untuk mewujudkan perubahan tersebut. AI bukan tujuan akhir gerakan literasi, melainkan sarana yang mempercepat lahirnya inovasi. Melalui AI, proses merancang modul pembelajaran, membuat media digital, membangun aplikasi sederhana, menyusun sistem informasi, hingga mengembangkan kelas daring menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan terjangkau. Namun, pemanfaatan teknologi tidak harus dimulai ...