Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Google Sudah Bukan Raja? Mengapa Literasi Informasi Harus Berubah di Era AI

"Dulu kita belajar cara mencari informasi. Hari ini, tantangan yang lebih besar adalah mengetahui informasi mana yang layak dipercaya." Selama lebih dari dua dekade, literasi informasi identik dengan kemampuan mencari informasi. Mahasiswa diajarkan menggunakan kata kunci yang tepat, memanfaatkan mesin pencari, membedakan sumber primer dan sekunder, serta mengevaluasi kredibilitas informasi. Semua itu tetap penting. Namun, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah lanskap informasi secara fundamental. Kini, banyak orang tidak lagi membuka mesin pencari untuk menemukan jawaban. Mereka cukup mengetik satu pertanyaan kepada chatbot berbasis AI, lalu dalam hitungan detik memperoleh jawaban yang tampak lengkap, runtut, bahkan disertai penjelasan. Pergeseran ini bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan perubahan cara manusia memperoleh pengetahuan. Di sinilah literasi informasi memasuki babak baru. Dari Mencari Informasi Menjadi Berdialog de...

RESEARCH SUPPORT LIBRARIAN CENTER (RSLC): TRANSFORMASI LAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DI ERA KECERDASAN BUATAN

Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara sivitas akademika mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi. Jika pada masa lalu perpustakaan menjadi gerbang utama memperoleh sumber pengetahuan, saat ini mahasiswa dan dosen dapat memperoleh informasi hanya dalam hitungan detik melalui berbagai platform digital dan aplikasi berbasis AI. Perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah perpustakaan masih relevan di era AI? Jawabannya adalah sangat relevan, bahkan lebih penting dari sebelumnya. Tantangan utama saat ini bukan lagi keterbatasan akses informasi, melainkan melimpahnya informasi yang harus diseleksi, dievaluasi, diverifikasi, dan diolah menjadi pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Dalam konteks inilah perpustakaan perguruan tinggi perlu melakukan transformasi peran dari sekadar penyedia informasi menjadi pusat pendampingan penelitian. Salah satu model yang dapat dikembangkan ad...

STRATEGI GERAKAN HALUS: Jalan Realistis Memajukan Perpustakaan di Era BANI

Oleh: Yusron Humonggio  Di banyak daerah, perpustakaan sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Di satu sisi, masyarakat berubah sangat cepat akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Di sisi lain, perpustakaan sering dihadapkan pada keterbatasan anggaran, keterbatasan sumber daya manusia, serta tuntutan pelayanan yang terus meningkat. Situasi ini semakin terasa dalam apa yang dikenal sebagai Era BANI (Brittle, Anxious, Non-Linear, Incomprehensible), yaitu era yang ditandai oleh kondisi yang rapuh, penuh kecemasan, tidak linier, dan sulit dipahami. Dalam kondisi seperti ini, banyak organisasi mengalami kesulitan beradaptasi, termasuk perpustakaan. Namun persoalan utama perpustakaan sebenarnya bukan terletak pada gedung, rak buku, atau fasilitas fisik. Persoalan yang lebih mendasar terletak pada bagaimana manusia di dalam organisasi menghadapi perubahan. Banyak perpustakaan telah menjalankan pola kerja yang sama selama bertahun-tahun. Kebiasaan yang suda...