Ketika Mesin Terlihat Pintar, Siapa yang Menjaga Kebenaran? Oleh: Yusron Humonggio Suatu hari seorang mahasiswa datang kepada saya dengan wajah penuh percaya diri. Ia menunjukkan sebuah tulisan yang dibuat dengan bantuan AI. Isinya rapi, sistematis, menggunakan bahasa akademik, lengkap dengan kutipan dan daftar referensi. Sekilas tampak sempurna. Namun setelah diperiksa, beberapa referensi yang dicantumkan ternyata tidak pernah ada. Nama penulisnya ada, topiknya masuk akal, bahkan judul artikelnya terdengar sangat ilmiah. Tetapi ketika ditelusuri lebih jauh, semuanya fiktif. AI telah berhalusinasi. Ironisnya, mahasiswa tersebut tidak menyadari bahwa ia sedang membawa informasi palsu. Ia percaya karena jawaban itu terlihat meyakinkan. Di sinilah persoalan besar abad ini dimulai. Dari Krisis Akses Menjadi Krisis Verifikasi Selama puluhan tahun, perjuangan perpustakaan adalah memperluas akses informasi. Kita membangun gedung, mengembangkan koleksi, menghadirkan internet, mencipta...