Langsung ke konten utama

TIPS DAN TRIK MENGHADAPI LOMBA PERPUSTAKAAN SMA/SMK/MA TAHUN 2024

Lomba Perpustakaan merupakan ajang kompetisi yang diadakan untuk mendorong perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas yang disediakan. Persiapan yang matang dan terencana sangat penting untuk menghadapi Lomba Perpustakaan agar perpustakaan di sekolah dapat tampil maksimal dan meraih prestasi yang membanggakan. Berikut adalah beberapa tips dan trik dalam persiapan menghadapi Lomba Perpustakaan:

1)    Pahami instrumen: Teliti setiap aspek dari instrumen penilaian dan pastikan pemahaman yang mendalam terhadap setiap komponen, aspek, dan indikator yang dinilai. Konsultasikan dengan pustakawan ahli jika tidak paham. Dalam proses bedah instrumen penilaian diskusikan setiap aspek instrumen penilaian dan pastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam persiapan lomba memahami persyaratan dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Instrumen Penilaian Lomba Tahun 2023 Lihat di sini


2)      Evaluasi kondisi perpustakaan: Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perpustakaan, termasuk koleksi buku, fasilitas, dan layanan yang tersedia. Identifikasi kekuatan dan kelemahan perpustakaan untuk menentukan area yang perlu ditingkatkan. 


3)      Perbarui koleksi buku: Pastikan koleksi buku perpustakaan terbaru dan relevan dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Perbarui koleksi buku secara berkala dan pastikan tersedia koleksi buku pengayaan yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum yang terbit 3 tahun terakhir. Dengan memperbarui koleksi buku secara berkala dan memastikan ketersediaan koleksi buku yang terbaru dan relevan, perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan literasi dan pembelajaran siswa secara optimal. Hal ini juga akan mendukung upaya perpustakaan dalam meningkatkan kualitas dan daya saingnya dalam Lomba Perpustakaan


4) Tingkatkan layanan perpustakaan: Tingkatkan layanan perpustakaan dengan menyediakan program-program yang menarik dan bermanfaat bagi siswa, seperti program bimbingan membaca kritis dan teknis menulis, serta program pengembangan karakter gemar membaca.


5)   Jalankan sistem automasi perpustakaan secara konsisten: Implementasikan dan jalankan sistem automasi perpustakaan secara konsisten untuk memudahkan pengelolaan koleksi, layanan, dan statistik pengunjung. Sistem automasi perpustakaan dapat membantu dalam memantau dan mengevaluasi kinerja perpustakaan secara lebih efisien, serta memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk mencari dan meminjam koleksi perpustakaan. 


6)    Perluas cakupan layanan: Perluas cakupan layanan perpustakaan dengan menyediakan fasilitas co-working space (ruang kerja kelompok) dan menjadi pusat aktifitas berbagai kegiatan warga sekolah. Hal ini dapat mencerminkan komitmen perpustakaan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan potensi siswa di berbagai bidang.


7)   Inovasi dan keunikan perpustakaan: Selain memastikan kelancaran operasional, perpustakaan juga perlu mengembangkan inovasi dan keunikan sebagai nilai tambah dalam persiapan menghadapi Lomba Perpustakaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menghadirkan program-program inovatif seperti klub buku dengan diskusi interaktif, pertunjukan seni, lokakarya kreatif, atau kegiatan-kegiatan lain yang dapat meningkatkan minat baca dan keterlibatan siswa dalam kegiatan perpustakaan. Keunikan perpustakaan juga dapat ditonjolkan melalui desain interior yang menarik, pameran buku tematik, atau kolaborasi dengan pihak eksternal seperti penulis lokal, komunitas seni, atau perpustakaan lainnya.


8)   Persiapkan bukti dukung: Persiapkan bukti dukung yang lengkap dan sistematis untuk setiap aspek penilaian dalam Lomba Perpustakaan. Pastikan bukti dukung yang disusun secara sistematis dan berurutan sesuai aspek dan item pernyataan dalam instrumen penilaian.


9)  Libatkan seluruh warga sekolah: Lomba Perpustakaan bukan hanya tanggung jawab perpustakaan, melainkan juga tanggung jawab seluruh warga sekolah. Libatkan siswa, guru, dan staf sekolah dalam persiapan Lomba Perpustakaan untuk menciptakan semangat kebersamaan dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan perpustakaan.


10)   Jangan lupa berlatih: Persiapan Lomba Perpustakaan tidak hanya sebatas persiapan fisik, tetapi juga persiapan mental. Berlatihlah untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi selama Lomba Perpustakaan, seperti presentasi dan wawancara dengan juri.

Dengan mempersiapkan perpustakaan dengan baik, diharapkan perpustakaan dapat tampil maksimal dalam Lomba Perpustakaan dan memberikan dampak positif bagi pengguna perpustakaan. Lomba Perpustakaan juga dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas perpustakaan di sekolah, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa dan seluruh warga sekolah.

Oleh Yusron Humonggio, M.Pd.  (Sekum PD-IPI Prov. Gorontalo)

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...