Langsung ke konten utama

PLATFORM DIGITAL PERPUSTAKAAN

Platform Digital Perpustakaan merupakan aspek 1.6. yang dinilai dalam lomba perpustakaan SMA/SMK/MA tahun 2024."
    Dalam era digital yang terus berkembang, peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan informasi turut bertransformasi melalui pemanfaatan platform digital. Lomba Perpustakaan SMA/SMK/MA tahun 2024 menekankan pentingnya perpustakaan memiliki dan mengelola platform digital seperti situs web, media sosial, dan aplikasi mobile untuk memperluas akses pengetahuan serta meningkatkan interaksi dengan pengguna. Dalam konteks ini, aspek "Platform Digital Perpustakaan" menjadi sorotan utama dalam mengevaluasi kemampuan perpustakaan dalam memanfaatkan teknologi untuk transformasi pengetahuan dan penyebaran informasi. Melalui indikator penilaian yang mencakup keberadaan situs web, media sosial, aplikasi koleksi digital, jejaring dengan perpustakaan lain, dan partisipasi tenaga perpustakaan dalam komunitas digital, perpustakaan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih efektif dan inovatif kepada pengguna. Dengan demikian, pengelolaan platform digital perpustakaan menjadi kunci dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai sumber pengetahuan yang relevan dan terpercaya di era digital ini.

Indikator penilaian yang menjadi fokus dalam aspek ini meliputi:

1)    Keberadaan Situs Web Perpustakaan: Perpustakaan diharapkan memiliki situs web resmi yang dapat diakses oleh pengguna. Indikator ini dapat dibuktikan dengan menyertakan alamat URL situs web perpustakaan serta tangkapan layar situs web yang menunjukkan informasi yang relevan dan up-to-date.

2)    Media Sosial Perpustakaan: Kehadiran perpustakaan di media sosial juga menjadi aspek penting. Perpustakaan diharapkan memiliki akun media sosial yang aktif untuk berinteraksi dengan pengguna. Indikator penilaian mencakup alamat URL atau nama akun media sosial perpustakaan serta tangkapan layar profil media sosial yang menunjukkan aktivitas dan keterlibatan perpustakaan dalam berbagi informasi dan berkomunikasi dengan pengguna.

3)    Aplikasi Koleksi Digital: Perpustakaan diharapkan memiliki aplikasi koleksi digital yang dikelola oleh tim perpustakaan. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam mengakses koleksi digital perpustakaan. Indikator penilaian mencakup alamat URL atau tautan unduh aplikasi perpustakaan digital serta tangkapan layar laman utama aplikasi yang menunjukkan keberagaman koleksi dan kemudahan navigasi.

4)    Jejaring dengan Perpustakaan Lain: Kemampuan perpustakaan untuk berjejaring dengan perpustakaan lain secara digital dan terintegrasi juga menjadi pertimbangan penting. Indikator penilaian meliputi daftar jejaring perpustakaan yang diikuti serta tangkapan layar profil jejaring digital yang menunjukkan keterlibatan perpustakaan dalam berbagi sumber daya dan informasi dengan perpustakaan lain.

5)    Partisipasi Tenaga Perpustakaan dalam Grup/Forum Komunikasi Digital: Keterlibatan tenaga perpustakaan dalam grup atau forum komunikasi digital merupakan aspek penting dalam memperkuat jaringan dan pertukaran informasi antar sesama profesional perpustakaan. Indikator penilaian mencakup alamat URL situs web perpustakaan yang menunjukkan keberadaan forum komunikasi serta tangkapan layar situs web perpustakaan yang menunjukkan partisipasi aktif tenaga perpustakaan dalam berbagai forum komunikasi digital.

Dengan memperhatikan dan memenuhi indikator penilaian tersebut, perpustakaan diharapkan mampu memanfaatkan platform digital secara optimal untuk meningkatkan layanan, akses informasi, dan interaksi dengan pengguna dalam konteks lomba perpustakaan SMA?SMK?MA tahun 2024.



Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...