Langsung ke konten utama

Program Pendampingan Perpustakaan di Kab. Pohuwato oleh Pengurus Daerah IPI Provinsi Gorontalo


 Gorontalo, 12 Juni 2024 – Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Gorontalo sukses melaksanakan Program Pendampingan Perpustakaan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 10 dan 11 Juni 2024. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di perpustakaan, dengan sasaran utama adalah Perpustakaan SMAN 1 Marisa dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pohuwato.

Pada hari pertama, tim pendampingan yang dipimpin oleh Bapak Fitriyadi Rahman, M.Pd, selaku Wakil Ketua II PD-IPI Provinsi Gorontalo, berkunjung ke Perpustakaan SMAN 1 Marisa. Tim ini diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Zikrun Punuh. Dalam sambutannya, Bapak Zikrun Punuh menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program PD-IPI dalam upaya peningkatan kualitas perpustakaan sekolah. "Kami sangat mengapresiasi langkah PD-IPI Provinsi Gorontalo yang telah hadir dan membersamai perpustakaan kami dalam upaya optimalisasi pemanfaatan TIK. Ini adalah langkah penting untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran di sekolah kami," ujar beliau.

Kegiatan di SMAN 1 Marisa meliputi pelatihan pengelolaan perpustakaan berbasis TIK, pemanfaatan software otomasi perpustakaan, serta penguatan literasi digital bagi para pustakawan dan staf sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perpustakaan, serta memperluas akses informasi bagi siswa.

Pada hari kedua, fokus pendampingan dialihkan ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Pohuwato. Kegiatan di sini menitikberatkan pada pembangunan database perpustakaan. Tim PD-IPI Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan pustakawan daerah untuk mengembangkan sistem database yang lebih terstruktur dan mudah diakses. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses digitalisasi koleksi perpustakaan, sehingga memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses bahan bacaan.

Program Pendampingan Perpustakaan di Kabupaten Pohuwato ini merupakan bagian dari komitmen PD-IPI Provinsi Gorontalo untuk mendukung pengembangan perpustakaan di era digital. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan perpustakaan di Kabupaten Pohuwato dapat lebih optimal dalam memanfaatkan TIK, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih baik dan mendukung peningkatan literasi di kalangan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, dapat menghubungi Pengurus Daerah IPI Provinsi Gorontalo di alamat Jl. Pangeran Hidayat II, Kel. Pulubala, Kec. Kota Tengah, Kota Gorontalo, atau melalui kontak resmi PD-IPI... (Yus624)

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...