Langsung ke konten utama

CATATAN DARI WORKSHOP AKREDITASI PERPUSTAKAAN DI HOTEL GRAND Q GORONTALO:

 (Membangun Komitmen dan Inovasi untuk Perpustakaan Sekolah)


Selasa, 23 Juli 2024, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo mengadakan workshop akreditasi perpustakaan. Bertempat di Hotel Grand Q Gorontalo, acara ini berhasil menarik perhatian kepala sekolah, yang hadir dengan penuh semangat untuk mendukung perubahan dan pengembangan perpustakaan di sekolah masing-masing. Workshop ini menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan mutu perpustakaan sekolah di Provinsi Gorontalo.

Salah satu hal yang sangat positif dari workshop ini adalah kehadiran kepala sekolah. Sebagai pemimpin perubahan di lingkungan pendidikan, keterlibatan kepala sekolah sangat penting. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengambil keputusan, tetapi juga sebagai inspirator bagi para pengelola perpustakaan, guru dan siswa. Dengan kehadiran mereka, setiap materi dan arahan yang disampaikan dalam workshop ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dan diimplementasikan di sekolah masing-masing. Kepala sekolah memiliki peran kunci dalam memastikan bahwa perpustakaan sekolah tidak hanya memenuhi standar akreditasi tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran yang dinamis dan inklusif.

Materi yang disampaikan dalam workshop ini sangat komprehensif. Tidak hanya fokus pada aspek administratif untuk pemenuhan akreditasi perpustakaan, tetapi juga membahas tentang bagaimana mengoptimalkan kinerja perpustakaan. Tujuannya adalah untuk menciptakan iklim pembelajaran yang inklusif di satuan pendidikan. Perpustakaan yang baik tidak hanya sekadar memenuhi standar administratif, tetapi juga berfungsi sebagai pusat belajar yang mendukung semua siswa tanpa kecuali. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.

Workshop ini juga memunculkan beberapa harapan dari para peserta, yang mencerminkan komitmen mereka untuk terus mengembangkan perpustakaan sekolah. Peserta berharap agar kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dengan satuan pendidikan dapat berkelanjutan. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap upaya perbaikan dan pengembangan perpustakaan dapat dilakukan secara sinergis dan berkesinambungan. Dengan adanya dukungan dan kerjasama yang kuat, perpustakaan sekolah dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

 Diperlukan adanya budaya refleksi dalam pemberdayaan perpustakaan. Refleksi yang rutin dan sistematis memungkinkan pengelola perpustakaan untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja perpustakaan secara berkelanjutan. Hal ini merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan literasi di satuan pendidikan. Dengan refleksi yang baik, perpustakaan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan serta koleksinya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Bapak Ridwan Hemeto, SH., MM. berharap agar praktek baik dan inovasi kreativitas selalu dikembangkan di lingkungan perpustakaan. Inovasi dan kreativitas sangat penting untuk membuat perpustakaan menjadi lebih menarik dan relevan bagi siswa. Selain itu, pengembangan ini juga berdampak positif pada upaya penguatan kompetensi dan karakter Pancasila di kalangan siswa. Dengan perpustakaan yang kreatif dan inovatif, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri.

Workshop ditutup Olah Ketua Panitia Bapak Feri Hulukasti, SE Dalam sambutannya beliau menyambut baik harapan peserta tentang perlu adanya upaya kolaborasi berkelanjutan, budaya refleksi, serta pengembangan inovasi dan kreativitas. Hal ini menunjukkan bahwa peserta memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan perpustakaan sebagai pusat belajar yang inklusif dan mendukung penguatan kompetensi serta karakter di satuan pendidikan. Dengan semangat ini, perpustakaan sekolah di Gorontalo diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendidikan di masa depan. Tutur Pak Feri yang saat ini sebagai ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo.



Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...