RESEARCH SUPPORT LIBRARIAN CENTER (RSLC): TRANSFORMASI LAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DI ERA KECERDASAN BUATAN
Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara sivitas akademika mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi. Jika pada masa lalu perpustakaan menjadi gerbang utama memperoleh sumber pengetahuan, saat ini mahasiswa dan dosen dapat memperoleh informasi hanya dalam hitungan detik melalui berbagai platform digital dan aplikasi berbasis AI.
Perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah perpustakaan masih relevan di era AI?
Jawabannya adalah sangat relevan, bahkan lebih penting dari sebelumnya. Tantangan utama saat ini bukan lagi keterbatasan akses informasi, melainkan melimpahnya informasi yang harus diseleksi, dievaluasi, diverifikasi, dan diolah menjadi pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dalam konteks inilah perpustakaan perguruan tinggi perlu melakukan transformasi peran dari sekadar penyedia informasi menjadi pusat pendampingan penelitian. Salah satu model yang dapat dikembangkan adalah Research Support Librarian Center (RSLC), yaitu pusat layanan yang mengintegrasikan pendampingan penelitian, literasi informasi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem layanan perpustakaan.
Dari Penjaga Koleksi Menjadi Mitra Penelitian
Secara tradisional, pustakawan dikenal sebagai pengelola koleksi dan penyedia layanan informasi. Namun perkembangan lingkungan akademik menuntut peran yang lebih strategis. Pustakawan tidak lagi hanya membantu pengguna menemukan informasi, tetapi juga membantu mereka memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi tersebut dalam kegiatan penelitian.
Peran baru ini dikenal sebagai Research Support Librarian, yaitu pustakawan yang secara aktif mendampingi mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam seluruh siklus penelitian, mulai dari penentuan topik, penelusuran literatur, identifikasi research gap, pengelolaan referensi, hingga publikasi ilmiah.
Perubahan ini merupakan bentuk adaptasi profesi pustakawan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era AI, pustakawan justru memiliki peluang yang lebih besar untuk menunjukkan nilai strategisnya sebagai fasilitator pembelajaran dan mitra akademik.
Mengapa Research Support Librarian Center Dibutuhkan?
Banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam menemukan sumber ilmiah yang relevan, menyusun tinjauan pustaka, mengidentifikasi novelty penelitian, serta memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab. Di sisi lain, dosen dan peneliti juga menghadapi tantangan dalam mengelola informasi yang semakin kompleks serta tuntutan publikasi ilmiah yang terus meningkat.
Research Support Librarian Center hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui layanan yang terstruktur dan berkelanjutan.
RSLC bukan sekadar ruang konsultasi penelitian, tetapi merupakan pusat layanan yang mendukung pengembangan budaya akademik berbasis literasi informasi, literasi digital, dan literasi AI.
Ruang Lingkup Layanan RSLC
Layanan RSLC dapat mencakup berbagai aspek pendampingan penelitian, antara lain:
- Penelusuran Literatur Ilmiah
Membantu mahasiswa dan dosen menemukan sumber informasi yang relevan melalui berbagai database akademik dan sumber ilmiah terpercaya.
- Literature Review Service
Memberikan pendampingan dalam menyusun tinjauan pustaka yang sistematis, komprehensif, dan sesuai dengan standar akademik.
- Research Gap Identification
Membantu pengguna mengidentifikasi celah penelitian, novelty, dan peluang pengembangan penelitian baru.
- AI Research Assistance
Memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan AI seperti ChatGPT dan NotebookLM untuk mendukung kegiatan penelitian secara etis dan bertanggung jawab.
- Reference Management Service
Membantu pengelolaan sitasi dan referensi menggunakan aplikasi seperti Zotero dan Mendeley.
- Scholarly Communication Service
Mendukung publikasi ilmiah, pemilihan jurnal, pengelolaan profil peneliti, serta peningkatan visibilitas karya ilmiah.
RSLC dan Masa Depan Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan masa depan tidak lagi hanya diukur dari jumlah koleksi yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar kontribusinya terhadap peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.
Research Support Librarian Center merupakan bentuk nyata transformasi perpustakaan menuju pusat pendampingan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui RSLC, perpustakaan dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, serta produktivitas penelitian sivitas akademika.
Bagi Universitas Muhammadiyah Gorontalo, pengembangan RSLC juga sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana membangun peradaban dan kemaslahatan umat.
Kehadiran kecerdasan buatan tidak mengurangi pentingnya perpustakaan dan profesi pustakawan. Sebaliknya, AI menjadi momentum bagi perpustakaan untuk melakukan transformasi layanan yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berdampak.
Research Support Librarian Center merupakan langkah strategis untuk menempatkan perpustakaan sebagai mitra penelitian yang mendampingi sivitas akademika dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Perpustakaan masa depan adalah pusat pendampingan penelitian.
Pustakawan masa depan adalah Research Support Librarian.
Oleh. Yusron Humonggio Pustakawan UMGo
