Langsung ke konten utama

Postingan

"Dibayar Mahal: Saat Kesalahan Pemilu Berawal dari Rendahnya Literasi"

 Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemungutan suara ulang di beberapa daerah menyoroti ketidakprofesionalan penyelenggara pemilu yang gagal memahami dan menerapkan regulasi dengan tepat. Ketidaktelitian dalam menjalankan prosedur tidak hanya menimbulkan ketidakpastian politik, tetapi juga berpotensi merugikan negara secara finansial. Sebagai contoh, pemungutan suara ulang (PSU) yang harus dilakukan akibat keteledoran tersebut memaksa negara untuk mengucurkan anggaran yang sangat besar. Pemborosan ini seharusnya bisa dihindari jika penyelenggara lebih teliti dan profesional dalam menjalankan tugas mereka. Kesalahan prosedural semacam ini menggambarkan betapa pentingnya literasi yang memadai di kalangan penyelenggara pemilu. Literasi yang dimaksud bukan hanya sekadar kemampuan membaca teks hukum, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang bagaimana regulasi harus diterapkan dalam konteks yang tepat. Tanpa pemahaman yang baik, penyelenggara pemilu bisa terjebak dala...

"DARI SELF-SERVICE HINGGA CODING: WORKSHOP TEKNOLOGI PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI 1 TELAGA"

Telaga, 11 Februari 2025 – PD-IPI Provinsi Gorontalo mengadakan workshop bertajuk "Membangun dan Mengelola Perpustakaan Sekolah Berbasis Teknologi" di ruang laboratorium komputer SMA Negeri 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Senin dan Selasa, 10-11 Februari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola perpustakaan sekolah dan kelompok siswa yang tergabung dalam komunitas Sahabat Pustaka Jaya Inspiratif. Workshop ini bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif, serta mendukung budaya baca dan pembelajaran sepanjang hayat bagi seluruh warga sekolah. Lebih spesifik, workshop ini fokus pada pengembangan layanan self-service di perpustakaan, serta dokumentasi dan publikasi karya siswa dan guru dalam bentuk digital. Feri Hulukati, SE , Ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo, memberikan materi tentang transformasi perpustakaan menuju era digital. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran perpustakaan yang lebih i...

Mudahnya Membuat Aplikasi Tantangan Membaca Berbasis Google Sites

Di era digital, meningkatkan minat baca dan kecakapan literasi menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Namun, dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dan gratis, perpustakaan sekolah dapat menciptakan inovasi sederhana namun efektif, salah satunya melalui Aplikasi Tantangan Membaca Berbasis Google Sites . Aplikasi ini sangat mudah dibuat tanpa memerlukan keahlian khusus dalam pemrograman. Dengan mengintegrasikan Google Drive, Google Forms, dan Google Sites , perpustakaan dapat menyediakan akses buku digital serta sistem pelaporan bacaan yang otomatis dan tervalidasi. Tidak hanya siswa yang bisa berpartisipasi, tetapi juga orang tua, terutama dalam mendukung literasi anak-anak di kelas rendah atau PAUD dengan membacakan dongeng bersama. Mengapa Minat Baca dan Literasi Itu Penting? 1.       Meningkatkan Pemahaman & Berpikir Kritis ; Siswa yang gemar membaca cenderung memiliki kemampuan berpikir lebih analitis dan kritis dalam menyerap informasi. 2....

IPI Gorontalo: Profesionalisme Pustakawan, Kunci Menuju Perpustakaan yang Berkualitas

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) telah menetapkan visi baru untuk tahun 2025: "Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa." Visi ini menekankan pentingnya peran perpustakaan dalam meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat guna mendorong kreativitas dan kualitas hidup. Dalam konteks ini, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Gorontalo memegang peran strategis dalam mendukung dan mewujudkan visi tersebut. Pengembangan Profesionalisme Pustakawan: Pilar Utama Perpustakaan Berkualitas IPI Provinsi Gorontalo memahami bahwa kunci menuju perpustakaan yang berkualitas terletak pada profesionalisme para pustakawannya. Komitmen mereka untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan di daerahnya terlihat jelas dalam berbagai program yang mereka jalankan. Melalui pelatihan, seminar, dan workshop, IPI memastikan bahwa pustakawan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya Perpusnas dalam...

PERPUSTAKAAN SEBAGAI OPD: ANTARA PERSEPSI, REALITA, DAN HARAPAN

Perpustakaan umum daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sering kali dihadapkan pada tantangan besar sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam banyak kasus, perpustakaan dianggap sebagai OPD "kering" karena minimnya anggaran dan potensi pendapatan langsung dibandingkan OPD lain seperti Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas Perdagangan, Dinas Pendidikan. Lebih jauh lagi, perpustakaan terkadang menjadi tempat "buangan" bagi pegawai yang tidak lagi diharapkan di OPD lain. Fenomena ini mencerminkan adanya paradigma yang kurang tepat tentang perpustakaan. Persepsi ini, jika dibiarkan, dapat memperlemah peran perpustakaan dalam mendukung literasi masyarakat dan transformasi sosial. Padahal, perpustakaan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan masyarakat, pusat pembelajaran sepanjang hayat, dan motor penggerak inovasi di tingkat lokal. Sebagai pemerhati perpustakaan dan mantan Kepala Perpustakaan Daerah, saya percaya bahwa perpustak...

PENTINGNYA REFLEKSI BAGI ORGANISASI: REFLEKSI ATAU MATI SURI

Organisasi, baik yang bergerak di bidang profesional, sosial, maupun komunitas, ibarat sebuah organisme hidup yang terus berkembang. Dalam prosesnya, ada kalanya organisasi menghadapi tantangan, stagnasi, atau bahkan kehilangan arah. Untuk tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman, refleksi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Tanpa refleksi, organisasi berisiko memasuki kondisi "mati suri," di mana aktivitasnya berjalan seadanya tanpa makna atau dampak nyata. Mengapa Refleksi Penting? 1.     Mengevaluasi Kinerja Secara Objektif Refleksi adalah momen untuk melihat kembali perjalanan organisasi dengan jujur dan objektif. Apakah tujuan yang telah ditetapkan tercapai? Apa saja yang menjadi keberhasilan dan apa yang masih memerlukan perbaikan? Tanpa evaluasi ini, organisasi akan terus mengulang kesalahan yang sama atau kehilangan peluang untuk berkembang. 2.     Menjaga Relevansi dengan Kebutuhan Anggota dan Lingkungan Kebutuhan anggo...

PELUANG KONSEP JOINT-USE LIBRARY DI INDONESIA

Rencana Implementasi Di Desa Datahu Dalam era modern yang menuntut efisiensi dan inklusivitas, konsep Joint-use Library semakin menarik perhatian sebagai solusi inovatif untuk memperluas akses literasi. Konsep ini telah berhasil diterapkan di negara-negara maju seperti Belanda, Inggris, dan Australia. Melalui perpustakaan gabungan, berbagai institusi seperti sekolah, masjid, desa, dan taman bacaan masyarakat dapat berbagi sumber daya untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Di Indonesia, implementasi konsep ini sangat potensial untuk menjawab tantangan literasi dan distribusi layanan perpustakaan, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas. Efisiensi Sumber Daya untuk Layanan yang Lebih Optimal Salah satu alasan utama mengapa Joint-use Library menarik untuk diterapkan di Indonesia adalah efisiensi sumber daya yang ditawarkan. Dengan menggabungkan berbagai institusi dalam satu lokasi, perpustakaan gabungan dapat memaksimalkan penggunaan ruang, koleksi buku, dan...