Langsung ke konten utama

IPI Gorontalo: Profesionalisme Pustakawan, Kunci Menuju Perpustakaan yang Berkualitas


Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) telah menetapkan visi baru untuk tahun 2025: "Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa." Visi ini menekankan pentingnya peran perpustakaan dalam meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat guna mendorong kreativitas dan kualitas hidup. Dalam konteks ini, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Gorontalo memegang peran strategis dalam mendukung dan mewujudkan visi tersebut.

Pengembangan Profesionalisme Pustakawan: Pilar Utama Perpustakaan Berkualitas

IPI Provinsi Gorontalo memahami bahwa kunci menuju perpustakaan yang berkualitas terletak pada profesionalisme para pustakawannya. Komitmen mereka untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan di daerahnya terlihat jelas dalam berbagai program yang mereka jalankan. Melalui pelatihan, seminar, dan workshop, IPI memastikan bahwa pustakawan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya Perpusnas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan.

Kolaborasi untuk Menjangkau Masyarakat:

Sebagai organisasi profesi, IPI Provinsi Gorontalo yang di dukung sepenuhnya oleh “Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo” tidak hanya fokus pada pengembangan internal, tetapi juga aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah kabupaten kota, lembaga pendidikan, dan komunitas. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan program-program literasi yang relevan dan efektif, serta memastikan bahwa perpustakaan menjadi pusat informasi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Advokasi dan Sosialisasi: Membangun Pemahaman tentang Peran Perpustakaan

IPI Provinsi Gorontalo berperan sebagai agen perubahan dengan mengadvokasi dan mensosialisasikan program-program Perpusnas kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan, seperti seminar dan diskusi, IPI membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi dan peran perpustakaan dalam pembangunan bangsa.

Meningkatkan Akses dan Kualitas Koleksi: Memperkaya Sumber Daya Perpustakaan

Salah satu tantangan yang dihadapi perpustakaan di Provinsi Gorontalo adalah minimnya koleksi buku. IPI Provinsi Gorontalo berupaya untuk meningkatkan akses dan kualitas koleksi perpustakaan dengan mengadakan program donasi buku, kerjasama dengan penerbit, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk menyediakan sumber daya digital. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan mendukung visi Perpusnas dalam menyediakan informasi yang berkualitas.

Program Literasi Inklusif: Menjangkau Semua Kalangan

Sejalan dengan visi Perpusnas, IPI Provinsi Gorontalo mengembangkan program literasi yang berbasis inklusi sosial. Program ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang kurang terlayani, seperti daerah terpencil dan kelompok marginal, dengan menyediakan akses informasi yang setara bagi semua kalangan.

Evaluasi dan Pengembangan Berkelanjutan: Menjamin Relevansi dan Efektivitas Program

Untuk memastikan efektivitas program yang dijalankan, IPI Provinsi Gorontalo melakukan evaluasi secara berkala dan mengembangkan program-program baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa upaya yang dilakukan tetap relevan dan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

 Kesimpulan:

Melalui berbagai upaya tersebut, IPI Provinsi Gorontalo berkontribusi signifikan dalam mendukung visi Perpusnas 2025, menjadikan perpustakaan sebagai wahana yang efektif dalam meningkatkan martabat bangsa melalui literasi. Dengan fokus pada pengembangan profesionalisme pustakawan, IPI Gorontalo menunjukkan komitmennya untuk membangun perpustakaan yang berkualitas dan berperan penting dalam memajukan literasi di Provinsi Gorontalo.

Hasil Diskusi PD-IPI Oleh ; Yusron  Humonggio, M.Pd. (Sekretaris)

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...