Langsung ke konten utama

Postingan

BOOTCAMP LAYANAN INOVATIF DI PERPUSTAKAAN DAERAH

`Kata "bootcamp" berasal dari bahasa Inggris, yang secara harfiah berarti kamp pelatihan intensif . Istilah ini pertama kali muncul dalam dunia militer Amerika Serikat pada awal abad ke-20 untuk menggambarkan program pelatihan dasar bagi prajurit baru. Dalam konteks militer, kata "boot" merujuk pada rekrutan baru, sementara "camp" berarti kamp atau tempat pelatihan. Bootcamp militer merupakan program pelatihan yang sangat ketat dan intensif, dirancang untuk membentuk fisik, mental, dan disiplin prajurit dalam waktu singkat. Rekrutan akan menjalani latihan fisik yang berat, pengembangan keterampilan bertahan hidup, serta pembentukan ketahanan mental dan disiplin di bawah pengawasan instruktur yang ketat. Tujuannya adalah menciptakan prajurit yang siap menghadapi tantangan di medan pertempuran dengan ketangguhan fisik dan mental yang optimal. Seiring berjalannya waktu, konsep bootcamp mulai diadopsi ke dalam berbagai bidang non-militer, terutama dalam d...

Saatnya Benahi Publikasi & Literasi Informasi di Perpustakaan Kita

Oleh: Yusron Humonggio (Sekretaris PD-IPI Provinsi Gorontalo LINK " PEMBAHASAN VIA  AUDIO" Publikasi dan literasi informasi bukan lagi sekadar pelengkap dalam layanan perpustakaan. Dalam era digital dan banjir informasi seperti sekarang, keduanya adalah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi demi relevansi dan keberlangsungan perpustakaan di tengah masyarakat. Sayangnya, hasil kajian yang dilakukan oleh Tim IPI Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa potensi publikasi dan literasi informasi di banyak perpustakaan masih sangat lemah. Beberapa perpustakaan bahkan belum melakukan kegiatan publikasi secara konsisten, apalagi melaksanakan program literasi informasi secara terstruktur. Ini menjadi tantangan besar yang harus segera dibenahi, baik oleh para pustakawan maupun oleh jajaran pimpinan lembaga. Padahal, regulasi telah memberikan dasar yang kuat. Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Standar Kualitas Hasil Kerja (SKHK) Pustakawan memuat dengan je...

Saatnya Perpustakaan Punya Landing Page: Langkah Sederhana Menuju Transformasi Digital

Oleh: Yusron Humonggio, Pustakawan  Di tengah derasnya arus digitalisasi, perpustakaan perlu menyesuaikan diri agar tetap eksis dan relevan di mata masyarakat. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar yang bisa kita ambil adalah dengan "membuat landing page" sebagai media promosi perpustakaan. Landing page adalah halaman web sederhana yang berfungsi sebagai “wajah digital” sebuah layanan atau institusi. Dengan landing page, perpustakaan dapat memperkenalkan profil, menampilkan layanan, berbagi dokumentasi kegiatan, dan memudahkan masyarakat mengakses informasi secara daring. Mengapa ini penting? ✅ Mudah dan murah dibuat, bahkan tanpa keahlian teknis tinggi.   ✅ Bisa menggunakan platform gratis seperti Google Sites, Carrd, Notion, atau Canva Web.   ✅ Meningkatkan visibilitas perpustakaan, apalagi jika dikaitkan dengan media sosial.   ✅ Menumbuhkan budaya kerja digital di kalangan pustakawan. Bayangkan jika seluruh perpustakaan di daerah kita m...

"Surat Terbuka: Mempertahankan Esensi Perpustakaan di Tengah Tuntutan Efisiensi"

Saudara-saudara yang terhormat, Di tengah arus perubahan yang cepat dan tuntutan efisiensi birokrasi, kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan penting: Apakah kita siap mengorbankan esensi perpustakaan demi efisiensi organisasi? Mari kita renungkan sejenak. Perpustakaan bukan sekadar gedung berisi buku. Ia adalah jantung dari masyarakat pembelajar. Di dalamnya terdapat pengetahuan, kreativitas, dan harapan. Setiap lembar buku yang dibaca dapat mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia. Setiap program literasi yang dijalankan dapat membuka pintu kesempatan bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, perpustakaan harus dipandang sebagai institusi strategis dalam pembangunan peradaban. Namun kini, ada wacana untuk menggabungkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Perpustakaan dengan dinas lain demi efisiensi anggaran. Kita perlu bertanya: Apakah langkah ini benar-benar akan membawa manfaat bagi masyarakat? Atau justru akan melemahkan peran vital perpustakaan sebagai pusat pengetahuan...

"Dibayar Mahal: Saat Kesalahan Pemilu Berawal dari Rendahnya Literasi"

 Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemungutan suara ulang di beberapa daerah menyoroti ketidakprofesionalan penyelenggara pemilu yang gagal memahami dan menerapkan regulasi dengan tepat. Ketidaktelitian dalam menjalankan prosedur tidak hanya menimbulkan ketidakpastian politik, tetapi juga berpotensi merugikan negara secara finansial. Sebagai contoh, pemungutan suara ulang (PSU) yang harus dilakukan akibat keteledoran tersebut memaksa negara untuk mengucurkan anggaran yang sangat besar. Pemborosan ini seharusnya bisa dihindari jika penyelenggara lebih teliti dan profesional dalam menjalankan tugas mereka. Kesalahan prosedural semacam ini menggambarkan betapa pentingnya literasi yang memadai di kalangan penyelenggara pemilu. Literasi yang dimaksud bukan hanya sekadar kemampuan membaca teks hukum, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang bagaimana regulasi harus diterapkan dalam konteks yang tepat. Tanpa pemahaman yang baik, penyelenggara pemilu bisa terjebak dala...

"DARI SELF-SERVICE HINGGA CODING: WORKSHOP TEKNOLOGI PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI 1 TELAGA"

Telaga, 11 Februari 2025 – PD-IPI Provinsi Gorontalo mengadakan workshop bertajuk "Membangun dan Mengelola Perpustakaan Sekolah Berbasis Teknologi" di ruang laboratorium komputer SMA Negeri 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Senin dan Selasa, 10-11 Februari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola perpustakaan sekolah dan kelompok siswa yang tergabung dalam komunitas Sahabat Pustaka Jaya Inspiratif. Workshop ini bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif, serta mendukung budaya baca dan pembelajaran sepanjang hayat bagi seluruh warga sekolah. Lebih spesifik, workshop ini fokus pada pengembangan layanan self-service di perpustakaan, serta dokumentasi dan publikasi karya siswa dan guru dalam bentuk digital. Feri Hulukati, SE , Ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo, memberikan materi tentang transformasi perpustakaan menuju era digital. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran perpustakaan yang lebih i...

Mudahnya Membuat Aplikasi Tantangan Membaca Berbasis Google Sites

Di era digital, meningkatkan minat baca dan kecakapan literasi menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Namun, dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dan gratis, perpustakaan sekolah dapat menciptakan inovasi sederhana namun efektif, salah satunya melalui Aplikasi Tantangan Membaca Berbasis Google Sites . Aplikasi ini sangat mudah dibuat tanpa memerlukan keahlian khusus dalam pemrograman. Dengan mengintegrasikan Google Drive, Google Forms, dan Google Sites , perpustakaan dapat menyediakan akses buku digital serta sistem pelaporan bacaan yang otomatis dan tervalidasi. Tidak hanya siswa yang bisa berpartisipasi, tetapi juga orang tua, terutama dalam mendukung literasi anak-anak di kelas rendah atau PAUD dengan membacakan dongeng bersama. Mengapa Minat Baca dan Literasi Itu Penting? 1.       Meningkatkan Pemahaman & Berpikir Kritis ; Siswa yang gemar membaca cenderung memiliki kemampuan berpikir lebih analitis dan kritis dalam menyerap informasi. 2....