Langsung ke konten utama

TANTANGAN BACA BUKU BER-QR (Inovasi Benahi Literasi Melalui Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah/ Madrasah di Era Kecerdasan Buatan)

Konsep "TANTANGAN BACA BUKU BER-QR" adalah inovasi yang bertujuan untuk memberdayakan perpustakaan dengan cara menghubungkan pembaca dengan materi bacaan melalui kuis online. Konsep ini memungkinkan pembaca untuk menguji pemahaman mereka terhadap buku yang telah mereka baca dengan mengikuti kuis online yang berkaitan dengan isi buku tersebut.


Materi kuis didasarkan pada buku yang dibaca, dan kuis tersebut dihubungkan dengan buku melalui kode QR, memudahkan pembaca untuk mengakses dan mengikuti kuis. Dengan demikian, TANTANGAN BACA BUKU BER-QR menciptakan pengalaman membaca yang lebih interaktif dan membantu perpustakaan dalam mengukur pemahaman pembaca terhadap buku-buku yang mereka baca. Ini adalah inovasi yang sangat relevan, terutama untuk perpustakaan sekolah, karena membantu meningkatkan literasi dan sebagai upaya memperbaiki capaian Rapor Pendidikan sekolah khususnya indikator literasi.. Proses implementasinya melibatkan langkah-langkah seperti seleksi buku tantangan, penggunaan QR Code yang terhubung dengan Google Form, pembuatan kuis otomatis dengan Conker AI, isi kuis dengan informasi yang relevan, pengumuman tantangan kepada siswa, partisipasi siswa dalam membaca dan mengikuti kuis, serta penghargaan kepada siswa yang berhasil menyelesaikan tantangan. Setelah setiap tantangan dievaluasi dan pembaruan perlu dilakukan untuk terus meningkatkan efektivitas program ini.

Inovasi ini memperkuat literasi siswa dan mendorong minat baca mereka. Dengan dukungan teknologi yang cerdas, program ini membantu membangun landasan literasi yang kuat bagi siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Kami yakin bahwa dengan keseriusan dalam implementasi dan keterlibatan aktif dari siswa, guru, dan staf perpustakaan, program ini akan menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Semoga program ini dapat menginspirasi minat baca yang berkelanjutan, memperkaya pemahaman membaca, dan membentuk generasi yang cerdas dan berpengetahuan luas. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih cerah.

Berikut ini adalah contoh penerapan tantangan literasi dengan buku ber QR yang dilaksanakan di salah satu perpustakaan madrasah yaitu Perpustakaan Madania MAN 2 Kabupaten Gorontalo



Talenta Perpustakaan Madania MAN 2 Kab. Gorontalo lihat DISINI

Praktik baik ini sudah dibuat Oleh: Sitti Y. Humonggio (Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Perpustakaan UIN Makassar)




Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...