Langsung ke konten utama

Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia T Syamsul Bahri kukuhkan PD Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Gorontalo, Kamis (14/12/2023) di aula gedung SMK Negeri I Kota Gorontalo

Pengurus Daerah IPI Provinsi Gorontalo yang dikukuhkan terdiri dari pustakawan, tenaga teknis perpustakaan dan pemerhati literasi yang ada di Provinsi Gorontalo.  T Syamsul Bahri dalam sambutannya mengatakan organisasi IPI merupakan organisasi profesi pustakawan yang merupakan perkumpulan berbadan hukum yang didirikan oleh para pustakawan. Diharapkan dengan dikukuhkannya pengurus daerah ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Gorontalo ini dapat membantu perpustakaan yang ada di provinsi mengembangkan pustakawan yang lebih profesional.'                                                                            Selanjutnya Syamsul Bahri sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dan semua pihak yang telah melaksanakan Musda IPI sehingga menghasilkan kepengurusan yang baru dan hari ini dikukuhkan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto menyampaikan ucapan terima kasih kepada T Syamsul Bahri selaku ketua ikatan pustakawan Indonesia yang telah mengukuhkan pengurus daerah IPI Provinsi Gorontalo. Ridwan Hemeto juga menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada pengurus daerah IPI Provinsi Gorontalo yang baru dilantik.

"Semoga kepercayaan yang di berikan oleh rekan rekan seprofesi ini menjadi motivasi untuk terus berkiprah dalam mengembangkan dan memajukan dunia perpustakaan di provinsi kita," kata Ridwan Hemeto.

Ridwan Hemeto mengatakan sejalan dengan pelantikan ini, bahwa pengurus baru memiliki tantangan yang signifikan, untuk perpustakaan umum salah satu tantangan utama adalah program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Hal ini memerlukan inovasi dan strategis yang dapat membuat perpustakaan menjadi tempat yang ramah, terbuka dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu untuk perpustakaan sekolah tantangan utama adalah penguatan literasi dan numerasi. Evaluasi yang dilakukan setiap tahun secara nasional menunjukkan pentingnya peran perpustakaan dalam meningkatkan keterampilan membaca, menulis dan berhitung siswa, oleh karena itu Dinas Arpus mengajak pengurus baru untuk berkolaborasi dengan pihak pihak terkait guna merancang program program yang dapat meningkatkan kualitas literasi dan numerasi di kalangan siswa.'  "Saya berharap agar Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Gorontalo tetap menjadi wadah yang inspiratif berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu dan aksebilitas perpustakaan di masyarakat," tutur Ridwan Hemeto. 

Adapun susunan kepengurusan IPI Provinsi Gorontalo periode 2023 - 2026 Ketua Feri Hulukati, Wakil Ketua Ester Yunginger, Sekertaris Yusron Humonggio, Bendahara Iin Gustiani Imran, Ketua Bidang organisasi dan keanggotaan Susri Supasi, Ketua Bidang kerjasama dan Hubungan Antarlembaga, Ruslan Payu, Ketua Bidang Humas dan publikasi Virginia Ahmad, Ketua Bidang Penerbitan dan Edukasi  Fatmah Tome, Ketua Bidang Pengembangan Profesi Pendidikan dan Pelatihan Waris Masuana, Ketua Bidang Usaha dan Pendanaan Anisa Kurniarahman, Ketua Bidang Advokasi Pengabdian Masyarakat Yusman Eki dan Ketua Bidang Sertifikasi dan Akreditasi Maryam Ui. (mcgorontaloprov/suleman)

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Dari Literasi ke Aksi Ekonomi: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dan Pustakawan Desa Datahu Melahirkan Wirausaha Berbadan Hukum

Ketika program  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial  digaungkan oleh Perpustakaan Nasional, banyak yang memaknainya sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, semangat inklusi sosial itu diterjemahkan secara lebih luas menjadi gerakan kolaboratif antara pustakawan dan koperasi untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat desa. Melalui kerja sama antara Koperasi Merah Putih Desa Datahu dan para pustakawan penggerak literasi, lahirlah inisiatif nyata yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kegiatan membaca buku semata, tetapi sebagai kekuatan untuk membaca peluang dan menulis masa depan ekonomi desa.   Dari Literasi ke Kewirausahaan Pendampingan literasi ekonomi yang dilakukan oleh Tim Literasi Koperasi bersama pustakawan telah melahirkan dua badan usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) perora...

KETIKA SISWA MELOMPAT PAGAR, SEKOLAH SEDANG KEHILANGAN MAKNA

AUDIO DISKUSINYA SIMAK   DISINI Suatu hari, seorang siswa melompat pagar sekolah. Bukan untuk kabur dari tanggung jawab, tetapi untuk bermain biliar di kantin dekat sekolah. Di sudut lain, sekelompok siswa ribut di kelas. Mereka bukan berkelahi, melainkan merekam podcast dengan antusias. Di belakang sekolah, dua siswa asyik bermain catur secara sembunyi-sembunyi. Di ruang komputer, ada siswa yang sebenarnya mahir coding dan desain grafis, tetapi dilarang masuk karena “belum waktunya”. Sementara itu, sebagian siswa memilih nongkrong di kantin, bukan karena lapar, melainkan karena pelajaran di kelas tidak lagi menarik. Ini bukan cerita fiksi. Ini potret keseharian sekolah kita. Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya bermasalah? Siswanya, atau sekolahnya? Membaca Perilaku Siswa sebagai Pesan Sering kali sekolah melihat perilaku siswa hanya dari kacamata disiplin: ·        Melompat pagar = pelanggaran ·        Ribut di...