Langsung ke konten utama

WEBSITE PERPUSTAKAAN MERUPAKAN CIRI PERPUSTAKAAN DI ERA DIGITAL Oleh : Yusron Humonggio, M.Pd (Sekretaris PD-IPI Prov. Gorontalo)


Sebuah perpustakaan di era digital saat ini tidak lagi hanya sebuah ruangan yang dipenuhi dengan rak-rak buku. Peran perpustakaan telah berkembang pesat, dan website perpustakaan sekolah menjadi salah satu aspek yang krusial dalam menghadirkan akses informasi yang efisien dan inklusif bagi siswa dan komunitas pendidikan.

Hal ini sesuai tuntutan instrumen akreditasi perpustakaan SMA/SMK/MA dalam  komponen 3.3.7 Memuat website perpustakaan memiliki fitur; OPAC (online public akses katalog) koleksi digital serta informasi lainnya.

Website perpustakaan sekolah memegang peran penting dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan pengetahuan. Pertama-tama, website ini menyediakan katalog daring yang memungkinkan siswa untuk mencari dan menemukan sumber daya pembelajaran tanpa harus secara fisik berada di perpustakaan. Dengan demikian, siswa dapat dengan mudah mengakses buku, jurnal, artikel, dan materi pembelajaran lainnya dari mana saja dan kapan saja.

Contoh: - Website Perpustakaan SMPN 2 Kota Gorontalo, lihat  DISINI

- Website Perpustakaan MTs Alhuda Kota Gorontalo, lihat  DISINI.

Selain itu, website perpustakaan juga memfasilitasi kolaborasi antara siswa dan guru. Guru dapat mengunggah materi pembelajaran tambahan, tautan ke sumber daya eksternal, dan referensi yang mendukung kurikulum. Siswa pun dapat memberikan umpan balik, bertanya, atau berdiskusi secara daring melalui platform ini, menciptakan lingkungan belajar yang interaktif.

Keberadaan website perpustakaan sekolah juga menciptakan peluang bagi siswa untuk mengembangkan literasi digital. Mereka dapat belajar menggunakan sumber daya elektronik dengan bijak, memahami etika daring, dan mengasah keterampilan penelitian online. Inilah keterampilan yang sangat diperlukan dalam dunia modern yang terus berubah.

Lebih jauh lagi, website perpustakaan sekolah bisa menjadi pusat informasi yang memuat berbagai kegiatan dan acara di sekolah. Informasi tentang klub, seminar, dan kegiatan ekstrakurikuler dapat diakses oleh siswa, orangtua, dan staf sekolah. Hal ini membantu membangun komunikasi yang efektif dan meningkatkan keterlibatan komunitas sekolah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa website perpustakaan sekolah tidak hanya sekadar alat teknologi, tetapi merupakan sarana penting dalam mendukung pendidikan modern. Dengan memberikan akses yang mudah, meningkatkan kolaborasi, dan mengembangkan literasi digital, website perpustakaan sekolah berkontribusi pada pembentukan generasi yang terampil, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

@yushum16 Desember 2023

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...