Langsung ke konten utama

"TINGKATKAN KINERJA PERPUSTAKAAN: PD-IPI PROVINSI GORONTALO GELAR BIMTEK TENTANG OTOMASI DAN DIGITALISASI"

Rabu, 27 Maret 2024 - Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD-IPI) Provinsi Gorontalo, bekerja sama dengan MIM Unggulan Kota Gorontalo, telah melaksanakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi kemajuan dunia perpustakaan. Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang otomasi dan digitalisasi perpustakaan, serta pembuatan website perpustakaan berbasis Google Sites menjadi titik fokus dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Laboratorium Komputer MIM Unggulan Kota Gorontalo.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan resmi oleh Ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo, Bapak Feri Hulukati, SE. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan betapa pentingnya modernisasi dalam dunia perpustakaan sebagai upaya untuk menyediakan layanan yang lebih efektif dan efisien bagi masyarakat. Beliau juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan akses dan pelayanan perpustakaan kepada pemustaka teristimewa peserta didik.

Pemateri dalam Bimtek ini adalah Bapak Yusron Homonggio, M.Pd., selaku Sekretaris PDIP Provinsi Gorontalo, dan Siti Yustia Adyani H., S.Sos, seorang alumnus jurusan Ilmu Perpustakaan dari Universitas Sam Ratulangi Manado. Siti Yustia Adyani H., S.Sos, yang sehari-harinya bertugas sebagai pustakawan di Unbita Gorontalo, memberikan materi tentang otomasi dan digitalisasi perpustakaan.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak untuk memahami konsep dan implementasi otomasi perpustakaan, termasuk penggunaan software khusus yang dapat mempermudah manajemen koleksi, layanan peminjaman, dan pengarsipan informasi. Selain itu, peserta juga diberikan panduan tentang proses digitalisasi koleksi perpustakaan agar dapat diakses secara elektronik, sehingga memungkinkan akses yang lebih luas dan praktis bagi pengguna.

Sementara itu, Bapak Yusron Homonggio memberikan penekanan pada pentingnya memiliki website perpustakaan yang fungsional dan informatif. Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk membuat website perpustakaan menggunakan platform Google Sites. Hal ini diharapkan dapat membantu perpustakaan dalam memperluas jangkauan informasi, mengkomunikasikan layanan yang tersedia, serta memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses sumber daya perpustakaan secara online.

Dengan terselenggaranya Bimtek ini, diharapkan para pustakawan di Provinsi Gorontalo dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka dalam mengelola perpustakaan sekolah secara modern dan efisien. Selain itu, diharapkan pula bahwa adopsi teknologi informasi dalam dunia perpustakaan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan minat baca dan pengetahuan guru dan peserta didik









Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...