Langsung ke konten utama

Pusat Informasi dan Pengetahuan


Perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran memiliki peran yang sangat vital dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA). Salah satu aspek penting yang menjadi fokus dalam penilaian lomba perpustakaan adalah tentang Pusat Informasi dan Pengetahuan.

Pusat Informasi dan Pengetahuan di perpustakaan mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan, menyebarkan, dan memperbarui konten berbasis ilmu pengetahuan dalam bentuk digital. Dengan adanya konten digital seperti video YouTube, siaran podcast, dan konten TikTok, perpustakaan dapat menjadi lebih inklusif dan inovatif dalam menyediakan akses pengetahuan kepada seluruh warga sekolah.

Dalam konteks penilaian lomba perpustakaan SMA-SMK-MA tahun 2024, aspek Pusat Informasi dan Pengetahuan menjadi sorotan utama dengan indikator-indikator yang mengukur kemampuan perpustakaan dalam menyediakan konten digital berbasis ilmu pengetahuan serta akses ke koleksi digital yang relevan. Dengan demikian, diharapkan perpustakaan dapat menjadi pusat pengetahuan yang dinamis dan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan b Perpustakaan memiliki peran sentral dalam menciptakan dan menyebarkan berbagai jenis pengetahuan melalui konten digital seperti video YouTube, siaran podcast, dan konten TikTok, serta koleksi digital lainnya. Selain menyediakan platform digital, perpustakaan juga secara konsisten memperbarui konten berbasis ilmu pengetahuan di dalamnya. Selain itu, perpustakaan memberikan akses ke sumber koleksi digital berbasis ilmu pengetahuan seperti E-resources, Ipusnas, Bintangpusnas Edu, Digilib Perpustakaan Daerah, Buku Sekolah Elektronik (BSE), dan sejenisnya.

Beberapa indikator yang dinilai dalam aspek ini meliputi:

1)    Perpustakaan menyediakan dan memperbarui konten digital berbasis ilmu pengetahuan, dengan bukti berupa daftar konten yang dibuat, tangkapan layar situs web dan profil media sosial, serta alamat URL situs web dan media sosial yang dimiliki.

2)    Perpustakaan menyediakan titik akses (komputer, laptop, atau media lain) yang memuat sumber koleksi digital berbasis ilmu pengetahuan, seperti E-resources, Ipusnas, Bintangpusnas Edu, Digilib Perpustakaan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota, Buku Sekolah Elektronik (BSE), dengan bukti berupa foto fasilitas titik baca/titik akses dan tangkapan layar aplikasi koleksi digital yang terinstal dalam titik baca.

Dengan memenuhi indikator-indikator tersebut, perpustakaan diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan pengetahuan yang dinamis serta memberikan kontribusi positif dalam peningkatan literasi dan akses pengetahuan bagi seluruh pengguna perpustakaan.erpikir kritis bagi seluruh pengguna perpustakaan.

 

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...