Langsung ke konten utama

"Pusat Layanan Informasi Terseleksi": Menyediakan Informasi yang Tepat Sasaran untuk Kebutuhan Pembelajaran

 "Pusat Layanan Informasi Terseleksi”  Merupakan aspek 1.4 yang dinilai dalam lomba perpustakaan SMA?SMK?MA tahun 2024."

Pusat Layanan Informasi Terseleksi merupakan salah satu fungsi utama dari sebuah perpustakaan yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang telah dipilih secara hati-hati dan teliti sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang telah diidentifikasi melalui survei kebutuhan informasi dari anggota sekolah. Dengan kata lain, perpustakaan tidak hanya menyediakan informasi secara umum, tetapi juga secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pengguna.

Layanan ini berfokus pada menyusun paket informasi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen di lingkungan sekolah, seperti berdasarkan usia, jenjang pendidikan, bidang studi, dan faktor-faktor lain yang relevan. Dengan pendekatan ini, perpustakaan dapat memberikan layanan yang lebih personal dan efektif kepada pengguna, sehingga membantu meningkatkan aksesibilitas dan relevansi informasi yang disediakan.

Dengan adanya Pusat Layanan Informasi Terseleksi, perpustakaan dapat menjadi sumber informasi yang lebih bernilai tambah bagi anggota sekolah, membantu dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan pengetahuan. Selain itu, layanan ini juga dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat sumber informasi yang handal dan terpercaya di lingkungan pendidikan.

1.    Peta Segmentasi Kebutuhan Informasi Warga Sekolah:

·         Perpustakaan memiliki peta segmentasi kebutuhan informasi warga sekolah yang memungkinkan untuk mengelompokkan kebutuhan informasi berdasarkan faktor-faktor seperti usia, jenjang kelas, bidang studi, peminatan, dan lainnya. Hal ini memungkinkan perpustakaan untuk menyediakan layanan informasi yang lebih terfokus dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen.

·         Survei kebutuhan informasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kebutuhan informasi dari anggota sekolah. Formulir survei, rekap, dan laporan hasil survei tahun 2023 digunakan sebagai dasar untuk memahami kebutuhan informasi yang spesifik dari berbagai segmen di sekolah.

·         Tabel daftar kebutuhan pemustaka sesuai dengan segmentasi seperti usia, jenjang kelas, bidang studi, peminatan, dan sebagainya tahun 2023 membantu perpustakaan dalam merencanakan dan menyusun koleksi serta layanan informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen.

2.    Rak Pajang Koleksi Tematik:

  • Perpustakaan memiliki rak pajang koleksi tematik yang diperbaharui secara berkala. Ini memungkinkan pengguna perpustakaan untuk dengan mudah menemukan koleksi yang relevan berdasarkan tema tertentu.
  • Tabel jadwal rak pajang koleksi tahun 2023 yang memuat informasi tentang waktu, tema, dan daftar koleksi yang dipajang membantu dalam mengatur dan memperbarui koleksi secara terstruktur.
  • Potret atau dokumentasi rak atau media lain sebagai tempat untuk memajang koleksi secara tematik memberikan gambaran visual tentang bagaimana koleksi disusun dan dipresentasikan kepada pengguna perpustakaan.

3.    Koleksi Rujukan/Referensi untuk Pembelajaran:

  • Perpustakaan menyediakan koleksi rujukan atau referensi yang mendukung pembelajaran di setiap bidang studi. Hal ini membantu dalam memperkaya sumber informasi yang relevan dan bermanfaat bagi para pembelajar.
  • Tabel daftar bidang studi yang diajarkan dilengkapi dengan daftar judul koleksi rujukan atau referensi yang relevan memudahkan pengguna perpustakaan untuk menemukan sumber informasi yang sesuai dengan mata pelajaran yang mereka pelajari.

4.    Promosi Koleksi Perpustakaan melalui Media:

  • Perpustakaan melakukan promosi koleksi melalui berbagai media untuk meningkatkan kesadaran dan aksesibilitas terhadap koleksi yang dimiliki.
  • Potret media promosi koleksi dan tangkapan layar unggahan media promosi (jika dilakukan melalui media sosial) digunakan sebagai bukti kegiatan promosi yang dilakukan oleh perpustakaan untuk menarik minat pengguna dan memperluas jangkauan informasi yang disediakan.

Dengan demikian, perpustakaan sebagai pusat layanan informasi terseleksi telah berhasil menyediakan layanan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran yang telah teridentifikasi melalui survei kebutuhan informasi warga sekolah. Melalui penyusunan paket informasi terseleksi, diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam mendukung proses pembelajaran dan peningkatan pengetahuan bagi seluruh pengguna perpustakaan.

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...