Langsung ke konten utama

Peran Dinas Perpustakaan Dalam Mendukung "Program Buku Bacaan Bermutu Untuk Literasi Indonesia":

Dalam upaya untuk meningkatkan literasi di daerah, Dinas Perpustakaan prov, kab/kota berperan penting dalam menyukseskan program "Buku Bacaan Bermutu Untuk Literasi Indonesia". Melalui berbagai langkah strategis, dinas ini aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo dan Kab/kota dan PD-IPI serta FPSMI Provinsi Gorontalo.

Pertama-tama, dinas ini menjalin kerja sama erat dengan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo dan kab/kota. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan standar nasional perpustakaan sekolah serta mendukung pelaksanaan akreditasi perpustakaan sekolah di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, Dinas Perpustakaan juga mengambil langkah khusus dengan menerapkan kebijakan kewajiban pengadaan buku bacaan bermutu di perpustakaan sekolah. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan sumber bacaan yang berkualitas bagi siswa-siswa.

Selain itu, dinas ini memberikan pendampingan kepada perpustakaan sekolah dalam pengelolaan dan pemanfaatan koleksi buku bacaan bermutu. Tujuannya adalah agar koleksi buku tersebut tidak hanya tersedia, tetapi juga digunakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan literasi siswa.

Tak lupa, Dinas Perpustakaan juga menjalin kemitraan dengan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD-IPI) dan Forum Perpustakaan Sekolah dan Madrasah Indonesia (PSMI) Provinsi Gorontalo. Melalui kemitraan ini, mereka bersama-sama melakukan seleksi praktik baik dan memilih perpustakaan rujukan yang dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah.

Terakhir, dinas ini secara aktif mendorong dan membersamai pelaksanaan program buku bacaan bermutu untuk literasi Indonesia di kalangan kepala sekolah, guru, dan pengelola perpustakaan. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menyebarkan praktik terbaik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi di lingkungan pendidikan.

Dengan semua langkah ini, Dinas Perpustakaan berperan kunci dalam mensukseskan program "Buku Bacaan Bermutu Untuk Literasi Indonesia", yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan literasi khususnya di provinsi Gorontalo.

Berikut ini link Praktik Baik yang telah dilaksanakan :

1. Baca buku kerjasma ortu di SD Di Kab. Gorontalo

2. Program Bedah Perpustakaan

3. MIM Unggulan Kota Gorontalo


Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Dari Literasi ke Aksi Ekonomi: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dan Pustakawan Desa Datahu Melahirkan Wirausaha Berbadan Hukum

Ketika program  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial  digaungkan oleh Perpustakaan Nasional, banyak yang memaknainya sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, semangat inklusi sosial itu diterjemahkan secara lebih luas menjadi gerakan kolaboratif antara pustakawan dan koperasi untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat desa. Melalui kerja sama antara Koperasi Merah Putih Desa Datahu dan para pustakawan penggerak literasi, lahirlah inisiatif nyata yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kegiatan membaca buku semata, tetapi sebagai kekuatan untuk membaca peluang dan menulis masa depan ekonomi desa.   Dari Literasi ke Kewirausahaan Pendampingan literasi ekonomi yang dilakukan oleh Tim Literasi Koperasi bersama pustakawan telah melahirkan dua badan usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) perora...

KETIKA SISWA MELOMPAT PAGAR, SEKOLAH SEDANG KEHILANGAN MAKNA

AUDIO DISKUSINYA SIMAK   DISINI Suatu hari, seorang siswa melompat pagar sekolah. Bukan untuk kabur dari tanggung jawab, tetapi untuk bermain biliar di kantin dekat sekolah. Di sudut lain, sekelompok siswa ribut di kelas. Mereka bukan berkelahi, melainkan merekam podcast dengan antusias. Di belakang sekolah, dua siswa asyik bermain catur secara sembunyi-sembunyi. Di ruang komputer, ada siswa yang sebenarnya mahir coding dan desain grafis, tetapi dilarang masuk karena “belum waktunya”. Sementara itu, sebagian siswa memilih nongkrong di kantin, bukan karena lapar, melainkan karena pelajaran di kelas tidak lagi menarik. Ini bukan cerita fiksi. Ini potret keseharian sekolah kita. Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya bermasalah? Siswanya, atau sekolahnya? Membaca Perilaku Siswa sebagai Pesan Sering kali sekolah melihat perilaku siswa hanya dari kacamata disiplin: ·        Melompat pagar = pelanggaran ·        Ribut di...