Langsung ke konten utama

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Terbaik 1 Karnaval Karawo 2024

Ketua  PD-IPI Provinsi Gorontalo, mengucapkan selamat  dan bangga dengan prestasi yang diraih oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dalam acara karnaval bertema “Ohihiya, Sang Legenda Yang Terlupakan”. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen dan kerja keras tim yang dipimpin oleh Kepala Dinas Ridwan Hemeto, Sekretaris Dinas Fauzi Ma’ruf, serta koordinator tim Nur’aini Podungge (Tata Nina).

Kostum-kostum yang menggambarkan tiga legenda benteng kebanggaan Provinsi Gorontalo - Naha, Ohihiya, dan Pahu - telah ditampilkan dengan sangat memukau oleh Putri Eka Ahmad, Revkal Tahala, dan Adrian Pulubuhu. Kreativitas dan dedikasi desainer Alland Ferdinand Ambo juga patut diapresiasi tinggi. Penampilan yang luar biasa ini tidak hanya memikat juri dan penonton, tetapi juga berhasil mengalahkan 50 peserta lainnya dan meraih juara pertama.

Prestasi ini membuktikan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo mampu mengangkat dan memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah lokal melalui inovasi dan kreativitas. Hal ini sejalan dengan visi PD-IPI dalam mendukung program literasi dan edukasi yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Saya mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini dan berharap agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo terus menginspirasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Gorontalo. Semoga kesuksesan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi.

Feri Hulukati 

Ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Dari Literasi ke Aksi Ekonomi: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dan Pustakawan Desa Datahu Melahirkan Wirausaha Berbadan Hukum

Ketika program  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial  digaungkan oleh Perpustakaan Nasional, banyak yang memaknainya sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, semangat inklusi sosial itu diterjemahkan secara lebih luas menjadi gerakan kolaboratif antara pustakawan dan koperasi untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat desa. Melalui kerja sama antara Koperasi Merah Putih Desa Datahu dan para pustakawan penggerak literasi, lahirlah inisiatif nyata yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kegiatan membaca buku semata, tetapi sebagai kekuatan untuk membaca peluang dan menulis masa depan ekonomi desa.   Dari Literasi ke Kewirausahaan Pendampingan literasi ekonomi yang dilakukan oleh Tim Literasi Koperasi bersama pustakawan telah melahirkan dua badan usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) perora...

KETIKA SISWA MELOMPAT PAGAR, SEKOLAH SEDANG KEHILANGAN MAKNA

AUDIO DISKUSINYA SIMAK   DISINI Suatu hari, seorang siswa melompat pagar sekolah. Bukan untuk kabur dari tanggung jawab, tetapi untuk bermain biliar di kantin dekat sekolah. Di sudut lain, sekelompok siswa ribut di kelas. Mereka bukan berkelahi, melainkan merekam podcast dengan antusias. Di belakang sekolah, dua siswa asyik bermain catur secara sembunyi-sembunyi. Di ruang komputer, ada siswa yang sebenarnya mahir coding dan desain grafis, tetapi dilarang masuk karena “belum waktunya”. Sementara itu, sebagian siswa memilih nongkrong di kantin, bukan karena lapar, melainkan karena pelajaran di kelas tidak lagi menarik. Ini bukan cerita fiksi. Ini potret keseharian sekolah kita. Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya bermasalah? Siswanya, atau sekolahnya? Membaca Perilaku Siswa sebagai Pesan Sering kali sekolah melihat perilaku siswa hanya dari kacamata disiplin: ·        Melompat pagar = pelanggaran ·        Ribut di...