Langsung ke konten utama

Penandatanganan MoU untuk Meningkatkan Literasi di MAN 1 Kabupaten Gorontalo


    
    Gorontalo, 28 Juni 2024 Pada hari ini, Jumat, tanggal dua puluh delapan Juni tahun dua ribu dua puluh empat, bertempat di Perpustakaan Ibnu Rasyd MAN 1 Kabupaten Gorontalo, telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PD-IPI Provinsi Gorontalo dan MAN 1 Kabupaten Gorontalo.

Pihak-pihak yang terlibat dalam penandatanganan tersebut adalah Feri Hulukati, SE, Ketua PD-IPI Provinsi Gorontalo, yang bertindak sebagai Pihak Pertama, dan Dr. Rommy Bau, S.Ag., M.Pd, Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, sebagai Pihak Kedua.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, yang memberikan sambutan dan apresiasi kepada kedua pihak yang membuat MoU. Dalam sambutannya, beliau menyatakan dukungannya terhadap kerja sama ini dan berharap agar program-program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik, sehingga mampu meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan di Kabupaten Gorontalo.

MoU ini bertujuan untuk meningkatkan program literasi, kampanye membaca, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di Perpustakaan Ibnu Rasyd MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Kerja sama ini mencakup pengembangan program literasi bagi siswa, kampanye untuk meningkatkan minat baca, serta pendampingan dan dukungan dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan perpustakaan.

Penandatanganan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pustakawan, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas literasi dan pendidikan di Kabupaten Gorontalo.

lihat disini  TIKTOK



Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

RPJMN 2025-2029: Alarm Darurat Literasi Telah Berbunyi di Gerbang Sekolah Anda!

Kepada para Komandan Lapangan Pendidikan: Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di seluruh Indonesia.     Lupakan sejenak tumpukan administrasi, target kurikulum yang padat, dan segala rutinitas harian yang membelenggu. Mari kita bicara tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental. Mari kita bicara tentang masa depan bangsa yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan di ruang-ruang kelas 1, 2, dan 3 di sekolah kita. Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah mengirimkan sinyal paling keras: era "mengajar membaca" sebagai rutinitas biasa SUDAH BERAKHIR . Dimasukkannya "Peningkatan Kecakapan Literasi Kelas Awal" sebagai prioritas nasional bukanlah sekadar pembaruan dokumen. Ini adalah sebuah titah. Sebuah deklarasi bahwa kita berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan aksi revolusioner, bukan sekadar perbaikan prosedural. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman dalam mitos-mitos yang melenakan: ·   ...