Langsung ke konten utama

"Pustakawan Bersatu! Workshop Literasi di Gorontalo 2024 Siap Beraksi Nyata"

Dalam rangka memperingati Hari Pustakawan Indonesia Tahun 2024, sesuai dengan surat dari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Pusat Nomor: 094G/1/PP-IPI/VII.2024, telah dilaksanakan kegiatan Workshop dengan tema "Kolaborasi Inovasi Literasi Daerah Tahun 2024". Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 6 Juli 2024, bertempat di Dinas Kearsipan & Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan literasi di daerah, serta memperkuat peran pustakawan dalam peningkatan kualitas literasi masyarakat. 

Gorontalo menjadi sorotan karena merupakan satu-satunya provinsi yang memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) Literasi Daerah, yaitu Pergub Gorontalo No. 22 Tahun 2018 tentang “Penetapan Bulan Literasi Daerah”. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Kearsipan & Perpustakaan Provinsi Gorontalo dan diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan literasi di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo. Para pustakawan, penggiat literasi, dan masyarakat umum diundang untuk bersama-sama berkontribusi dalam kegiatan ini demi meningkatkan kualitas literasi dan kecerdasan bangsa. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungannya. Mari bersama-
sama membangun Gorontalo yang lebih cerdas dan literat.

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Dari Literasi ke Aksi Ekonomi: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dan Pustakawan Desa Datahu Melahirkan Wirausaha Berbadan Hukum

Ketika program  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial  digaungkan oleh Perpustakaan Nasional, banyak yang memaknainya sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, semangat inklusi sosial itu diterjemahkan secara lebih luas menjadi gerakan kolaboratif antara pustakawan dan koperasi untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat desa. Melalui kerja sama antara Koperasi Merah Putih Desa Datahu dan para pustakawan penggerak literasi, lahirlah inisiatif nyata yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kegiatan membaca buku semata, tetapi sebagai kekuatan untuk membaca peluang dan menulis masa depan ekonomi desa.   Dari Literasi ke Kewirausahaan Pendampingan literasi ekonomi yang dilakukan oleh Tim Literasi Koperasi bersama pustakawan telah melahirkan dua badan usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) perora...

KETIKA SISWA MELOMPAT PAGAR, SEKOLAH SEDANG KEHILANGAN MAKNA

AUDIO DISKUSINYA SIMAK   DISINI Suatu hari, seorang siswa melompat pagar sekolah. Bukan untuk kabur dari tanggung jawab, tetapi untuk bermain biliar di kantin dekat sekolah. Di sudut lain, sekelompok siswa ribut di kelas. Mereka bukan berkelahi, melainkan merekam podcast dengan antusias. Di belakang sekolah, dua siswa asyik bermain catur secara sembunyi-sembunyi. Di ruang komputer, ada siswa yang sebenarnya mahir coding dan desain grafis, tetapi dilarang masuk karena “belum waktunya”. Sementara itu, sebagian siswa memilih nongkrong di kantin, bukan karena lapar, melainkan karena pelajaran di kelas tidak lagi menarik. Ini bukan cerita fiksi. Ini potret keseharian sekolah kita. Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya bermasalah? Siswanya, atau sekolahnya? Membaca Perilaku Siswa sebagai Pesan Sering kali sekolah melihat perilaku siswa hanya dari kacamata disiplin: ·        Melompat pagar = pelanggaran ·        Ribut di...