Langsung ke konten utama

SAMBUTAN KETUA PENGURUS DAERAH IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA (PD-IPI) PROVINSI GORONTALO

Oleh: Feri Hulukati, SE  Ketua PD-IPI Provinsi Gorantalo.

Dalam Rangka Hari Pustakawan Indonesia ke-52 7 Juli 2025. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan. 

Yang saya hormati, Seluruh pustakawan, pengelola perpustakaan, serta pemerhati literasi di seluruh pelosok Provinsi Gorontalo yang saya banggakan. 

    Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita diberi kesempatan untuk memperingati Hari Pustakawan Indonesia ke-52, dengan tema “Mengokohkan Jati Diri Pustakawan melalui Penetapan 7 Juli sebagai Hari Pustakawan Indonesia.” Bagi kami di PD IPI Provinsi Gorontalo, tema ini bukan sekadar peringatan seremonial. Ini adalah seruan untuk memperkuat kembali jati diri kita sebagai pustakawan, sebagai insan yang tidak hanya mengelola informasi, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang bermakna dan berdampak bagi masyarakat. Kita hidup di tengah tantangan zaman yang dinamis. Digitalisasi, transformasi layanan, serta meningkatnya ekspektasi publik menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Oleh karena itu, IPI Provinsi Gorontalo hadir dan terus berkomitmen untuk: 

  • Meningkatkan kompetensi pustakawan melalui pelatihan dan pendampingan 
  • Mendorong kolaborasi antarperpustakaan dan lintas sektor 
  • Menguatkan peran pustakawan sebagai pelayan informasi, agen literasi, dan penggerak perubahan sosial 

     Saya mengajak seluruh rekan pustakawan di Gorontalo untuk menjadikan momen ini sebagai titik tolak kebangkitan. Mari kita tinggalkan zona nyaman. Jangan biarkan profesi kita direduksi hanya sebagai penjaga buku. Kita adalah pemantik cahaya peradaban. Melalui peran dan aksi nyata, kita dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. 

    Mari kita buktikan, bahwa pustakawan bukan sekadar profesi — tetapi panggilan jiwa. Akhir kata, saya ucapkan Selamat Hari Pustakawan Indonesia ke-52 kepada seluruh rekan pustakawan di Provinsi Gorontalo. Tetap semangat, terus bergerak, dan mari kita bersama mengokohkan jati diri pustakawan demi layanan perpustakaan yang berdampak nyata bagi masyarakat. 

 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 Salam literasi....  Feri Hulukati, SE Ketua PD IPI Provinsi Gorontalo (Ketua)

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Dari Literasi ke Aksi Ekonomi: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dan Pustakawan Desa Datahu Melahirkan Wirausaha Berbadan Hukum

Ketika program  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial  digaungkan oleh Perpustakaan Nasional, banyak yang memaknainya sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, semangat inklusi sosial itu diterjemahkan secara lebih luas menjadi gerakan kolaboratif antara pustakawan dan koperasi untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat desa. Melalui kerja sama antara Koperasi Merah Putih Desa Datahu dan para pustakawan penggerak literasi, lahirlah inisiatif nyata yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kegiatan membaca buku semata, tetapi sebagai kekuatan untuk membaca peluang dan menulis masa depan ekonomi desa.   Dari Literasi ke Kewirausahaan Pendampingan literasi ekonomi yang dilakukan oleh Tim Literasi Koperasi bersama pustakawan telah melahirkan dua badan usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) perora...

KETIKA SISWA MELOMPAT PAGAR, SEKOLAH SEDANG KEHILANGAN MAKNA

AUDIO DISKUSINYA SIMAK   DISINI Suatu hari, seorang siswa melompat pagar sekolah. Bukan untuk kabur dari tanggung jawab, tetapi untuk bermain biliar di kantin dekat sekolah. Di sudut lain, sekelompok siswa ribut di kelas. Mereka bukan berkelahi, melainkan merekam podcast dengan antusias. Di belakang sekolah, dua siswa asyik bermain catur secara sembunyi-sembunyi. Di ruang komputer, ada siswa yang sebenarnya mahir coding dan desain grafis, tetapi dilarang masuk karena “belum waktunya”. Sementara itu, sebagian siswa memilih nongkrong di kantin, bukan karena lapar, melainkan karena pelajaran di kelas tidak lagi menarik. Ini bukan cerita fiksi. Ini potret keseharian sekolah kita. Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya bermasalah? Siswanya, atau sekolahnya? Membaca Perilaku Siswa sebagai Pesan Sering kali sekolah melihat perilaku siswa hanya dari kacamata disiplin: ·        Melompat pagar = pelanggaran ·        Ribut di...