Langsung ke konten utama

Surat Terbuka "Rencana Program Strategis IPI Provinsi Gorontalo 2026"





  1. Memastikan Kesiapan Pustakawan Sekolah Menyongsong Standar Permendikdasmen No. 21 Tahun 2025.
  2. Memperkuat Peran Perpustakaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah se-Provinsi Gorontalo,

Kami dari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Gorontalo menyadari bahwa perpustakaan bukan lagi hanya tempat penyimpanan buku, melainkan jantung literasi dan inovasi pembelajaran di sekolah. Keberhasilan implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan sangat bergantung pada sumber daya dan kompetensi Tenaga Perpustakaan yang profesional.

Oleh karena itu, Rencana Program Kerja IPI 2026 secara khusus didedikasikan untuk mendukung Bapak/Ibu Kepala Sekolah dalam memastikan Tenaga Perpustakaan di sekolah Anda memenuhi Standar Kompetensi Tenaga Kependidikan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 21 Tahun 2025.

Berikut adalah tiga pilar program IPI yang dirancang untuk memberikan dampak langsung dan terukur bagi peningkatan mutu di sekolah Anda:

1. Pilar Dukungan Kurikulum dan Mutu Profesional (Tuntutan Teknis)

Program kami bertujuan mengubah Pustakawan menjadi spesialis informasi yang mampu mendukung tugas Bapak/Ibu Kepala Sekolah dalam pengelolaan sumber daya.

  • Peningkatan Keterampilan TIK dan Tata Kelola: IPI akan menyelenggarakan Workshop SLiMS Lanjutan untuk memastikan Pustakawan mampu mengelola data koleksi dan operasional perpustakaan secara efisien menggunakan TIK. Kemampuan ini vital untuk menghasilkan data yang akurat bagi pengambilan keputusan sekolah dan pelaporan akreditasi.
  • Integrasi Sumber Belajar: Kami akan mengadakan Pelatihan Integrasi Kurikulum. Tujuannya agar Pustakawan mampu mengintegrasikan sumber daya dan layanan perpustakaan ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran. Pustakawan akan dibekali keahlian untuk bekerja sama dengan guru mata pelajaran dalam merancang panduan sumber belajar yang relevan bagi Murid.
  • Inovasi Layanan untuk Murid: Kami mendorong Pengembangan Kreasi dan Inovasi layanan perpustakaan, seperti membuat Pojok Literasi Digital dan layanan informasi yang adaptif, memastikan perpustakaan responsif terhadap kebutuhan dan minat Murid.

2. Pilar Kolaborasi Sosial dan Keterlibatan Komunitas (Dukungan Guru dan Warga Sekolah)

IPI akan memperkuat Kompetensi Sosial Pustakawan, yaitu kemampuan mereka untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang efektif.

  • Pustakawan Mitra Guru: Kami akan memfasilitasi forum dan bimbingan yang menekankan kolaborasi aktif dengan Pendidik. Pustakawan akan didorong untuk rutin berkoordinasi dengan guru dalam peningkatan mutu pembelajaran.
  • Jejaring Berbagi Praktik Baik: Melalui Pertemuan Rutin Pustakawan Sekolah, kami menciptakan wadah untuk berpartisipasi aktif dalam jejaring profesional, memungkinkan Pustakawan di Gorontalo berbagi solusi dan praktik terbaik yang telah terbukti meningkatkan budaya literasi di sekolah masing-masing.
  • Menciptakan Iklim Inklusif: Program IPI akan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman, nyaman, dan menghargai keragaman, yang secara langsung mendukung visi sekolah sebagai komunitas pembelajaran yang kolaboratif.

3. Pilar Integritas Kepribadian (Fondasi Layanan yang Etis)

Kami memastikan Pustakawan memiliki fondasi etika yang kuat, sejalan dengan tuntutan Kompetensi Kepribadian.

  • Pelayanan Berintegritas: IPI akan menjalankan Sosialisasi Kode Etik Profesi untuk memastikan setiap Pustakawan berperilaku etis, menunjukkan integritas, dan bertanggung jawab dalam memberikan layanan yang adil dan inklusif.
  • Refleksi dan Pengembangan Diri: Kami mendorong Pustakawan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan melalui refleksi diri. Hal ini sejalan dengan tugas Bapak/Ibu Kepala Sekolah dalam memimpin pengembangan budaya mutu Satuan Pendidikan.

Komitmen IPI Gorontalo:

Kami mengundang Bapak/Ibu Kepala Sekolah untuk mendukung dan memfasilitasi partisipasi Pustakawan di sekolah Anda dalam setiap program IPI 2026. Dengan dukungan Bapak/Ibu, kita dapat bersama-sama memastikan perpustakaan sekolah di Gorontalo menjadi pusat literasi yang sesungguhnya, berkontribusi signifikan pada peningkatan mutu pendidikan dan kelancaran proses akreditasi sekolah.

Kami siap berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah mengenai jadwal pelatihan dan program mentoring yang relevan.

 

 

Postingan populer dari blog ini

INOVASI & KEUNIKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Yusron Humonggio, M.Pd

link terkait Inovasi, kreativitas & keunikan Perpustakaan Sekolah  merupakan kewajiban sebagaimana  tertuang dalam komponen 7 Instrumen Areditasi Perpustakaan.  Perpustakaan sekolah, sebagai jantung pendidikan, harus menjadi panggung kreativitas dan pengetahuan bagi siswa. Untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang dinamis, inovasi dan keunikan menjadi elemen krusial. Mereka tidak hanya memberikan warna pada ruang fisik perpustakaan, tetapi juga memupuk semangat pembelajaran dan eksplorasi bagi setiap penggunanya.  Inovasi dalam perpustakaan sekolah membuka pintu menuju dunia baru pembelajaran. Dengan penerapan teknologi terkini, seperti sistem manajemen perpustakaan online dan sumber daya digital, siswa dapat mengakses pengetahuan dengan lebih efisien. Ini juga memungkinkan perpustakaan untuk menjadi tempat di mana ide-ide baru berkembang, memicu keingintahuan dan imajinasi siswa. Keunikan perpustakaan seko...

Dari Literasi ke Aksi Ekonomi: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dan Pustakawan Desa Datahu Melahirkan Wirausaha Berbadan Hukum

Ketika program  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial  digaungkan oleh Perpustakaan Nasional, banyak yang memaknainya sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, semangat inklusi sosial itu diterjemahkan secara lebih luas menjadi gerakan kolaboratif antara pustakawan dan koperasi untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat desa. Melalui kerja sama antara Koperasi Merah Putih Desa Datahu dan para pustakawan penggerak literasi, lahirlah inisiatif nyata yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kegiatan membaca buku semata, tetapi sebagai kekuatan untuk membaca peluang dan menulis masa depan ekonomi desa.   Dari Literasi ke Kewirausahaan Pendampingan literasi ekonomi yang dilakukan oleh Tim Literasi Koperasi bersama pustakawan telah melahirkan dua badan usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) perora...

KETIKA SISWA MELOMPAT PAGAR, SEKOLAH SEDANG KEHILANGAN MAKNA

AUDIO DISKUSINYA SIMAK   DISINI Suatu hari, seorang siswa melompat pagar sekolah. Bukan untuk kabur dari tanggung jawab, tetapi untuk bermain biliar di kantin dekat sekolah. Di sudut lain, sekelompok siswa ribut di kelas. Mereka bukan berkelahi, melainkan merekam podcast dengan antusias. Di belakang sekolah, dua siswa asyik bermain catur secara sembunyi-sembunyi. Di ruang komputer, ada siswa yang sebenarnya mahir coding dan desain grafis, tetapi dilarang masuk karena “belum waktunya”. Sementara itu, sebagian siswa memilih nongkrong di kantin, bukan karena lapar, melainkan karena pelajaran di kelas tidak lagi menarik. Ini bukan cerita fiksi. Ini potret keseharian sekolah kita. Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya bermasalah? Siswanya, atau sekolahnya? Membaca Perilaku Siswa sebagai Pesan Sering kali sekolah melihat perilaku siswa hanya dari kacamata disiplin: ·        Melompat pagar = pelanggaran ·        Ribut di...