Langsung ke konten utama

Postingan

Ponggoh: Jejak Mistis Dan Kearifan Lokal Gorontalo dari Naskah Kuno

Oleh Yusron Humonggio, (pegiat literasi)  LINK  "PEMBAHASAN  VIA  AUDIO) Satu Hari di Ruang Referensi Pagi itu, langkah saya membawa ke ruang referensi Gedung 4 Lantai Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo . Seperti biasa, aroma buku tua dan keheningan ruang referensi menjadi pemantik rasa penasaran saya. Di salah satu rak koleksi lama yang jarang disentuh, dijaga oleh pustakawan senior Bapak Haji Hermanto Yusuf saya menemukan sebuah buku dengan sampul kebiruan dan huruf-huruf berbahasa Belanda yang sudah mulai pudar dimakan usia.  Judulnya menarik perhatian saya: “De Beteekenis van Eenen Holontaloschen Ponggoh” karya J.G.F. Riedel , diterbitkan tahun 1869 dalam jurnal Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde , Volume XVII. Buku tua ini menjadi jendela awal saya memahami kembali satu istilah lokal yang sangat kaya nilai budaya: Ponggoh . Apa Itu Ponggoh? Dalam catatan Riedel, Ponggoh merujuk pada manifestasi roh jahat atau makhluk ga...

Saatnya Pustakawan Berkolaborasi dengan AI: Klasifikasi Buku Lebih Cerdas, Lebih Cepat

 Di tengah disrupsi digital yang mengguncang banyak profesi, pustakawan justru memasuki era keemasan baru — asalkan berani beradaptasi. Salah satu aspek penting yang kini mengalami transformasi signifikan adalah klasifikasi buku , sebuah tugas klasik yang kini bisa dijalankan bersama mitra baru: kecerdasan buatan (AI). Dulu, proses klasifikasi memerlukan ketelitian tinggi, waktu panjang, dan keahlian teknis dalam membaca serta menafsirkan isi buku untuk menentukan nomor DDC. Kini, cukup dengan memasukkan judul dan ringkasan , pustakawan bisa memperoleh rekomendasi klasifikasi otomatis berdasarkan sistem yang telah dipelajari AI dari ribuan data pustaka. Sebagai contoh, buku berjudul “Wawasan Teknologi Pendidikan” akan segera dikenali AI sebagai buku yang berada dalam subjek 371.334 – Teknologi informasi dalam pendidikan . Proses ini yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam, kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Cepat, akurat, dan efisien. Namun, bukan berarti peran pusta...

PERAN SMART LIBRARY DALAM MENDUKUNG PILAR SMART SCHOOL

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dunia pendidikan terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern dan relevan. Konsep Smart School hadir sebagai solusi, menggabungkan teknologi, kreativitas, dan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa. Konsep ini bertumpu pada lima pilar utama: Smart Learning , Smart Teacher , Smart Student , Smart Governance , dan Smart Environment . Di antara pilar-pilar ini, Smart Library menjadi elemen kunci yang menghubungkan dan memperkuat semuanya, layaknya jantung dalam tubuh pendidikan modern. Smart Library: Lebih dari Sekadar Perpustakaan;  Jika dulu perpustakaan identik dengan tumpukan buku dan suasana sunyi, Smart Library mengubah persepsi tersebut. Ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat pembelajaran digital yang hidup dan dinamis. Smart Library menawarkan akses ke koleksi digital seperti e-book, jurnal, dan video pembelajaran yang bisa dijangkau kapan saja, di mana saja. Dengan tek...

Perpustakaan dan Tantangan Zaman: Saatnya Hadirkan Kelas Coding untuk Anak

Perpustakaan umum saat ini menghadapi tantangan serius—pengunjung semakin sepi, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja. Dunia digital telah mengubah cara belajar dan mengakses informasi. Jika perpustakaan tidak beradaptasi, maka perannya akan semakin terpinggirkan. Salah satu langkah inovatif dan relevan yang bisa dilakukan adalah membuka kelas coding gratis untuk anak-anak. Coding kini bukan lagi milik dunia profesional semata. Dengan platform seperti Scratch atau Code.org, anak-anak bisa belajar logika, kreativitas, dan teknologi sejak dini—semua dengan cara yang menyenangkan. Perpustakaan bisa menjadi pelopor literasi digital di komunitas. Tidak perlu fasilitas mahal—cukup dengan perangkat yang ada, jadwal rutin, dan kemitraan dengan relawan atau sekolah. Kegiatan ini bukan hanya menarik minat pengunjung, tapi juga mengangkat citra perpustakaan sebagai ruang belajar masa depan. Bagi pustakawan, ini adalah peluang untuk memperluas peran sebagai fasilitator pembelajaran digital. ...

Memahami Perbedaan Workshop dan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Pustakawan

Dalam upaya meningkatkan kompetensi pustakawan, sering kali digunakan dua metode pelatihan yaitu workshop dan bimbingan teknis (bimtek). Meskipun keduanya kerap digunakan secara bergantian, pemahaman yang jelas mengenai perbedaan keduanya sangat penting agar pelaksanaan kegiatan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Workshop: Pendekatan Partisipatif untuk Pemecahan Masalah Workshop merupakan kegiatan yang bersifat partisipatif dan interaktif, dengan tujuan utama menggali ide, berdiskusi, serta menemukan solusi bersama terhadap permasalahan yang dihadapi. Melalui diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi, peserta aktif berkontribusi dalam proses pembelajaran. Hal yang sangat krusial dalam workshop adalah adanya rekomendasi atau rencana tindak lanjut yang jelas. Rekomendasi tersebut berfungsi sebagai pedoman untuk mengimplementasikan hasil diskusi agar dapat menjawab persoalan perpustakaan secara konsisten dan berkelanjutan. Bimbingan Teknis (Bimtek): Fokus pada Penguasaan Keterampi...

Pustakawan Baru Jangan Asal Gebrak! Begini Cara Cerdas Membawa Perubahan

Menjadi pustakawan baru di sebuah institusi seringkali membuat kita bersemangat ingin membawa banyak perubahan. Apalagi jika melihat kondisi perpustakaan yang sepi, koleksi tidak tertata, dan belum ada sistem digital. Rasanya ingin langsung tancap gas, mengubah semuanya. Tapi hati-hati! Semangat yang tinggi tanpa strategi bisa justru menimbulkan gesekan, apalagi kalau pimpinan merasa "digeser" atau tidak dihargai. Lalu, bagaimana caranya agar sebagai pustakawan baru kita bisa membawa perubahan tanpa merusak hubungan dengan pimpinan dan tim lama? Inilah langkah-langkah cerdas yang bisa dilakukan: 1. Hargai yang Sudah Ada Sebelum mengusulkan apapun, mulailah dengan mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan sebelumnya. Kalimat seperti, “Saya sangat menghargai perhatian pimpinan terhadap perpustakaan selama ini,” bisa membuka hati dan telinga mereka. 2. Mulai dengan Observasi Diam-diam Jangan langsung menilai. Amati dulu: * Bagaimana kondisi fisik perpustakaan? * Apakah koleksi sud...

Pustakawan ! AI Tidak Akan Menggantikanmu, Kecuali Kamu Diam Saja!

Link : AUDIO PEMBAHASAN Oleh Sekretaris PD-IPI Provinsi Gorontalo Di tengah gelombang revolusi teknologi, banyak profesi mulai goyah—termasuk pustakawan. Kini, mesin pencari berbasis AI mampu menjawab pertanyaan dalam hitungan detik, merekomendasikan buku, bahkan menyusun katalog otomatis. Lalu, apakah ini akhir dari profesi pustakawan? Jawabannya: Tidak. Tapi hanya jika pustakawan mau bergerak. AI tidak datang untuk menghapus peran pustakawan, tetapi untuk menantang kita agar berevolusi. Pustakawan bukan hanya penjaga rak buku, tetapi penuntun literasi, kurator informasi, dan fasilitator pembelajaran sepanjang hayat. Sayangnya, jika pustakawan tetap bertahan dalam zona nyaman hanya menjaga sirkulasi dan mendata buku maka ketertinggalan adalah konsekuensi yang tak terhindarkan. AI bisa cepat, tapi tidak bisa peduli. Ia bisa pintar, tapi tidak bisa empati. Di situlah kekuatan manusia berada. Kini saatnya pustakawan membalikkan keadaan: kuasai teknologi, manfaatkan AI sebagai alat, bangu...